Film Dokumenter Indonesia Tampil Dalam Asia Peace Film Festival Karachi

FESTIVAL FILM
Film indonesia ternyata diperhitungkan dalam festival indonesia, selain itu film sebagai seni dan budaya merupakan bagian dari soft diplomacy dalam memperjuangkan kepentingan nasional dan mengukuhkan perannya di percaturan pergaulan internasional, khususnya di Wilayah Kerja.
Dalam keterangan pers KBRI Karachi, Keikutsertaan Indonesia dalam Festival Film ini selain menegaskan bahwa Indonesia adalah negara cinta perdamaian dan menghargai kebegaraman agama, suku/etnis dan budaya, juga sarana promosi peningkatan citra Indonesia di Pakistan.
Untuk memperkuat soft power diplomacy tersebut, Indonesia berpartisipasi pada Asia Peace Film Festival (APFF) yang diselenggarakan di Karachi Expo Center, Karachi, Pakistan, 23 – 26 Februari 2018.Tema festival film kali ini adalah “Celebrating diversity and harnessing harmony by promoting cinematography as a mass medium of peace education in Asian region“. Sedangkan visi yang diangkat adalah Menjadikan film sebagai media dialog antar budaya, rekursif bersama, rekonsiliasi, mediasi konflik dan pembangunan perdamaian di kawasan Asia. Festival ini merupakan rangkaian program serupa yang diselenggarakan di Islamabad pada 18 – 20 September 2017. Keikutsertaan Indonesia pada Festival Film kali ini merupakan kerja sama antara KBRI Islamabad dan KJRI Karachi.

Selama festival, ditayangkan film dengan genre film pendek (durasi 3-30 menit), film dokumenter (durasi 3-30 menit), dan film animasi  (durasi maksimum 30 menit). Pada festival kali ini Indonesia mengikutsertakan film dokumenter. Selain penayangan tiga jenis film tersebut dari 21 negara Asia dan partisipan di luar negara Asia, festival juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan film, antara lain : Dialog Budaya oleh Perwakilan Negara Peserta; Film dan presentasi wanita bagaimana mengembalikan stereotip patriarkal melalui bioskop; Master Class : Pembuatan film documenter; Budaya dan Perdamaian : Perspektif dan wawasan; Film sebagai media masa untuk pendidikan dan perdamaian; Pembuatan film dan Animasi singkat proses produksi dalam bentuk 3 dimensi (3D); Kebebasan ekspresi VS ujaran kebencian; dan dialog lain seputar perfileman dengan melibatkan pembuat film, sutradara, kurator.

Indonesia mengikutsertakan 4 judul film dokumenterpada Festifal Film Edisi Karachi, yaitu “Karatagan Ciremai”, “Identitas”, Innner Peace” dan “Save our Forest Giants”. Sementara Perwakilan sinemeas dari Indonesia yang hadir adalah Sdr. Sofie Setyorini (Kurator), Sdr. Harvan Agustriansyah (Pembuat film dokumenter dan sutradara) dan Sdr. Antonius Tonny Trimarsanto (Pembuat film documenter).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here