Ferrari Bangga Kehebatan Mobil Turangga Karya Mahasiswa Indonesia

Mobil Turangga Cheta Evolution 4 ciptaan para mahasiswa saat diuji coba di sirkuit Fiorano milik Ferrari di Maranello, Italia.

Sejumlah mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat tergabung dalam Tim Bumi Siliwangi memperkenalkan Mobil bertenaga baterai listrik kendaraan masa depan ramah lingkungan disebut Turangga Cheta Ev 4.

Tim mahasiswa yang menamakan diri Bumi Siliwangi itu, mendapat hadiah pergi ke Maranello pada pekan pertama November, untuk melihat pengembangan teknologi dan produksi tim Formula 1, Ferrari, serta menguji lintasannya.

Hadiah itu diperoleh setelah kelompok Bumi Siliwangi menjadi juara dunia, dalam lomba mobil buatan mahasiswa yang paling cepat dan paling irit bahan bakar.

Ajang Shell Eco Marathon Drivers’ World Championship di London pada Juli lalu itu, diikuti puluhan tim pelajar dan mahasiswa dari seluruh dunia.

Empat tim mahasiswa dari Italia, Perancis, Jerman, dan Swiss yang menjadi finalis dalam kejuaraan mobil hemat energi Eropa, juga berkesempatan menguji lintasan sirkuit, yang selama ini hanya digunakan untuk menguji mobil produksi Ferrari dan Fiat.

Kehadiran delapan mahasiswa UPI dengan dua dosen pembimbing Sriyono Widoatmodjo dan Ridwan Adam di markas Ferrari yang berada di Kota Maranello, Italia, merupakan hadiah dari hasil kemenangan mereka menjadi juara pertama pada kompetisi mobil paling cepat dan paling hemat energi Shell Eco-marathon Drivers World Championship (SEM DWC) di London, Juli lalu.

Selama seminggu dari tanggal 4 hingga 9 Desember, delapan mahasiswa UPI yaitu Abdul Rochim yang bertugas di power train engineer, Muhamad Isnaini yang merancang body engineer, Dani Permana, disain engineer, Afitro Adam, frame engineer, Shofiyudin Albadri – electrical engineer, Jody Rusli- steering dan Braking Engineer dan Ramdhani sebagai pengemudi serta Amin Sobirin sebagai Tim Manager di bawah bimbingan dosen Sriyono dan Ridwan Adam didampingi Social
, PT. Shell Indonesia, Anita Setyorini bertandang ke Kota Maranello, Italia, untuk menimba ilmu di Red Campus Ferrari.

Dalam kunjungan di Maranello – pihak Scuderia Ferrari menggelar acara khusus bagi Tim Bumi Siliwangi yang disebut Shell Eco-marathon showcase evening dengan dipandu penyiar Sky Sport UK, David Garrido yang menyebutkan acara Drivers World Championship merupakan kerja sama pertama buat Shell Eco-marthon dan Ferrari, meskipun keduanya menjalin kerja sama lebih dari 30 tahun dan bahkan 60 tahun lebih yang diakui oleh Manajer Shell Strategic Parthnership Annie Kennedy.

“Mereka luar biasa, inteligen dan well educated,” ujar Nick Collett dari bagian Riset dan Pengembangan, Chassis di Scuderia Ferrari kepada Antara London yang diundang khusus Shell Indonesia untuk meliput kunjungan Tim Bumi Siliwangi ke Italia.

Menurut Nick Collectt, inovasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung sangat membanggakan dan perlu terus dilanjutkan. “Keep doing dan jangan lupa konsentrasi,” ujar Nick yang tercegang ketika melihat Turangga Cheta Ev 4 melenggang di sirkuit Fiorano dalam udara kabut yang menyelimuti kompleks sirkuit pada musim dingin.

Mobil buatan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung yang disebut dengan Turangga Cheta Ev 4 mengunakan bahan baterai elektrik yang dikemudikan Ramdhani itu melaju dengan mulus di lintasan sirkuit yang mungkin satu-satunya mobil dari Indonesia yang mendapat kesempatan menjajal sirkuit yang terletak di kota Bologna Italia dan pernah digunakan sebagai tuan rumah Grand Prix San Marino dari tahun 1981 sampai 2006.

Sebelum meluncur di sirkuit Fiarano yang memiliki panjang 4.909 km, pengemudi Turangga Cheta Ev 4, Ramdhani yang berasal dari Subang

Bersama Marc Gene yang merupakan test driver Ferrari mengajak Ramdhani menjajal sirkuit dengan mengunakan mobil Media Shell.

Marc Gene yang berasal dari Barcelona memberikan tip-tip bagaimana mengendarai mobil dengan baik, ujar Ramdhani yang terliat sangat excaiting sebelum mengemudikan mobil milik Media Shell bersama Marc Gene yang berada di sampingnya.

Di sirkuit yang pernah melegenda dan bahkan pada musim balap tahun 1999 – pembalap Brazil Ayrton Senna dan Roland Ratzenberger tewas di sirkuit ini, Marc Gene memberikan masukan dan juga bagaimana menjadi pembalap yang baik kepada Ramdhani.

Tim Bumi Siliwangi yang dikemudikan Ramdhani itu melintasi sirkuit Fiarano yang pernah dilalui pembalap dunia seperti Michael Schumacher, Nikki Lauda dan juga Sebatian Vettel- Turangga Cheta Ev 4 dengan Urban concept atau konsep perkotaan berhasil mencatat waktu 48 kilometer per kwh (kilowatt hour) lebih rendah dari capaian mereka di London sejauh 68km/kwh.

Direktur Teknis Shell Eco-marathon, Norman Koch, kepada Antara London mengakui sangat impress dengan apa yang dilakukan Tim Bumi Siliwangi dengan hasil kerja para mahasiswa yang memikirkan konsep mobil yang hemat energi.

“Saya rasa mereka banyak belajar selama kunjungan di Ferrari dan terliat sangat antusias dalam mengajukan berbagai pertanyaan selama training dilakukan,” ujar Norman yang mengakui bahwa dengan keterbatasannya para mahasiswa ini telah menunjukkan prestasi yang sangat membanggakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here