Empat Tim Wakil Indonesia Ikuti Olimpiade Internasional

Tim Olimpiade Biologi Internasional di kantor Kemendikbud (16/6).

Empat tim wakil indonesia mengikuti olimpiade internasional, dan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), melepas empat kontingen olimpiade internasional di Jakarta Jumat (16/6).

adapun keempat kontingen yang dilepas terdiri dari tim Olimpiade Matematika (International Mathematical Olympiad/IMO) yang akan berlaga di Brazil 12 – 23 Juli. Kemudian tim Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad/IPO) yang akan bertanding di Jogjakarta (16 – 24 Juli), tim Olimpiade Kimia (International Chemistry Olympiad/IChO) di Bangkok (6 – 15 Juli), dan tim Olimpiade Biologi (International Biology Olympiad/IBO) di Inggris (20 – 30 Juli).

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad berpesan supaya seluruh personel memasang target emas. ’’Mentalnya harus emas. Karena mental itu penting,’’ ujarnya.

Hamid berpesan tiga poin kepada seluruh anggota tim. Ketiganya adalah persiapan substansi atau keilmuan, fisik, dan mental. Dia berharap pembinaan oleh tim dari perguruan tinggi sejak tahun lalu, benar-benar membuat seluruh tim siap bertarung. ’’Kesehatan juga penting. Kalau sudah sakit, tidak akan konsentrasi mengikuti lomba,’’ tuturnya.

Dilansir Kemendibud.go,id, secara terpisah, pembimbing tim biologi dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB Ahmad Faizal mengatakan, seluruh tim kontingen olimpiade internasional ini saringan awalnya adalah Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Palembang tahun lalu. Dia menjelaskan khusus untuk tim biologi, awalnya terjaring 30 anak. Kemudian diseleksi menjadi 15 anak, lalu tinggal 9 anak, dan terakhir 4 anak untuk ikut kompetisi utama.

Ahmad menjelaskan setiap kali masa karantina hanya membutuhkan waktu tiga pekan. ’’Jadi anak-anak tetap ada di sekolahnya. Karantina tidak kita cabut dari sekolah,’’ imbuhnya. Hal ini karena materi yang diajarkan ke seluruh tim umumnya lebih susah ketimbang materi pelajaran di sekolah. Sebab yang digunakan adalah kurikulum internasional. Ada materi tertentu yang baru diajarkan di jenjang perguruan tinggi.

Anggota tim Olimpiade Biologi Salsabiilaa Roihanah dari SMAN Semesta BBS Semarang mengatakan sudah siap bertanding. Dia mengaku bahwa selama menjalani pembekalan, materianya lebih sulit ketimbang yang diajarkan di sekolah. Menurutnya materi yang dia pelajari lebih mendalam dibandingkan yang ada di sekolah. ’’Untuk biologi lombanya individu. Semoga empat orang tim kami dapat emas semuanya,’’ tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here