Dwi Kewarganegaraaan Disetujui Wakil Presiden

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sependapat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo dimana Indonesia perlu perangkat hukum untuk mengembalikan putra bangsa berprestasi yang berprestasi dan telah lama bekerja di luar negeri.
Dukungan hal itu, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengajukan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.

JK dalam keterangan Persnya sependapat bahwa sistem dwi kewarganegaraan akan mempermudah para anak bangsa berkontribusi bagi negara.
“India dan beberapa negara lain itu memakai prinsip dwi kewarganegaraan sehingga kalau Anda lihat begitu banyak orang-orang India di Amerika, di Google, Microsoft, dia tetap warga negara India tapi juga warga negara Amerika, manfaatnya di situ,” kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (19/8/2016).

baca juga:

  • Pernyataan Wakil Presiden

Hingga saat ini belum ada upaya antara pemerintah dengan DPR soal ini. Tetapi JK menegaskan bahwa pemerintah dalam hal ini sangat berkepentingan merangkul potensi-potensi di luar sana, untuk kemajuan bangsa.

“Agar warga negara kita yang berada di luar dan mempunyai kemampuan, keahlian khusus dan sebagainya yang karena kepentingan pada waktu itu, menjadi warga negara suatu negara dan kita juga cari jalan keluarnya, sama dengan negara lain (yang sudah menganut dwi kewarganegaraan),” Ujar Wapres kepada Okezone.com.

“Karena kalau kita biarin, kemudian kita lepaskan di sini, dia akan terus terus mengabdi di sana,” ungkap JK.

Seperti diketahui problem Archandra dan Gloria yang telah berbakti kepada Indonesia namun terkendala tidak memiliki Paspor Indonesia karena Indonesia tidak menganut dwi kewarganegaraan dan diharapkan di kemudian hari hal tersebut dorongan bagi pemerintah untuk merevisi undang undang tentang kewarganegaraan. (Rahmansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here