Dua Mahasiswi Indonesia Kibarkan Merah Putih di Puncak Tertinggi Antartika

Dua mahasiswi pendaki putri Indonesia sukses mengibarkan bendera merah putih di puncak Gunung Vinson Massif (4.892m), puncak tertinggi di Benua Antartika.

Dua mahsiswa tersebut ialah Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23), mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung yang tergabung dalam organisasi pecinta alam Mahitala Unpar.

Atas keberhasilan itu sekaligus mencatatkan sejarah baru sebagai pendaki putri Indonesia pertama yang mencapai puncak tertinggi di Kutub Selatan tersebut.

Keduanya dilaporkan mencapai puncak pada Rabu (4/1/2017) pukul 23.48 waktu setempat atau Kamis pukul 09.48 WIB.

“Tim mencapai puncak setelah menempuh pendakian hampir 12 jam dari High Camp,” tutur Nadya A Pattiasina, petugas Humas The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU).

Karena ada masalah pada alat komunikasi yang dibawa tim (Iridium) maka informasi yang disampaikan ke tim pendukung di Sekretariat Mahitala Unpar di Bandung baru masuk pukul 12.38 WIB. Saat itu tim sudah kembali ke High Camp, kamp terakhir sebelum ke puncak.

“Sepanjang perjalanan cuaca cerah, namun angin kencang yang terus bertiup membuat dingin lebih menusuk,” tutur Nadia mengutip laporan Hilda. Suhu setempat dilaporkan minus 33 derajat Celcius. Kondisi kedua pendaki sehat walau masih sedikit kelelahan.

Beberapa prestasi sebelum mendaki Vinson Massif telah diraih, kedua mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unpar itu sudah menggapai puncak Carstensz Pyramid (4.884m) pada 13 Agustus 2014, Gunung Elbrus (5.642m) 15 Mei 2015, Gunung Kilimanjaro (5.895m) pada 24 Mei 2015, serta Gunung Aconcagua (6.962m) pada 1 Februari 2016

Indonesia mencatat sejumlah pendaki Tujuh Puncak Dunia yang mencapai puncak Vinson Massif, yaitu tim putra dari Mahitala Unpar dan tim dari Wanadri.

Didi dan Hilda berangkat dari Tanah Air pada Selasa (20/12/2016) menuju Cile.

Selanjutnya mereka akan mendaki Gunung Everest (8.848m) dan Denali (6.194m) di Alaska, AS untuk menjadi perempuan Indonesia pertama pendaki Tujuh Puncak Dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here