Dirgahayu Jakarta, Kota dengan Wujud Nyata Penerapan Smart City di Masa Depan

Tepat di 22 Juni 2021, Jakarta telah sampai di usia 494 tahun dan pastinya diharapkan terus berumur panjang selama bumi pertiwi masih berdiri. Menyandang gelar sebagai Ibu Kota Indonesia tentu bukanlah hal yang mudah, terutama jika melihat berbagai pandangan dan tuntutan yang dialamatkan kepada wilayah pusat dari tanah air ini.

Namun bersamaan dengan hal tersebut, Jakarta memiliki keunggulan istimewa dalam hal pembangunan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan, terutama di bidang teknologi.

Demi menjawab segala kebutuhan dan tuntutan yang dimiliki Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi, rasanya tidak heran jika kota yang sebagian besar wilayahnya pernah menyandang nama Batavia ini memiliki berbagai pembangunan yang lebih unggul dibanding kota-kota lain di Indonesia.

Namun bukan berarti pembangunan tidak dilakukan secara merata, ada kalanya pembangunan atau infrastruktur unggulan yang lebih dulu hadir di Jakarta justru dijadikan sebagai benchmark untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembangunan yang sudah dilakukan untuk selanjutnya ikut dihadirkan di wilayah lain tanah air.

Keunikan Terowongan Seni di Tengah Kota Jakarta

Smart City merupakan salah satu contoh perkembangan di bidang teknologi yang saat ini masih dalam proses untuk terus hadir secara lebih luas dan masif di Jakarta, tentu dengan harapan jika sudah mencapai target pengaplikasian Smart City yang seutuhnya, teknologi satu ini akan turut serta hadir di seluruh wilayah Indonesia.

Sudah sejauh mana sebenarnya keunggulan Smart City yang hadir di Jakarta, dan kontribusi apa yang sudah diberikan oleh teknologi satu ini sejak awal kemunculannya hingga saat ini di usia Jakarta yang sudah menginjak 494 tahun?

Awal kehadiran dan tujuan dari Jakarta Smart City

Wilayah pantauan Jakarta Smart City

info gambar

Jakarta Smart City dalam kehadirannya merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta. Layanan ini berusaha mentransformasi Jakarta menjadi kota cerdas dengan mewujudkan ekosistem Kota Cerdas 4.0.

 

 

Tidak asing dengan istilah yang selama ini banyak disebut sebagai Industri 4.0? Ya, hampir serupa, berbagai teknologi yang digunakan dalam keberadaan Jakarta Smart City sejatinya memang menggunakan konsep yang sama, di mana dalam segala bentuk layanan publik di Jakarta saat ini dan kedepannya akan memanfaatkan kecerdasan buatan dan segala bentuk kemajuan teknologi yang ada.

Keberadaan Smart City atau yang dapat dimaknai sebagai ‘Kota Pintar’ memiliki tujuan mewujudkan Jakarta sebagai kota maju dengan layanan publik berbasis teknologi yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan kota dan masyarakat secara efektif.

Keberadaan Jakarta Smart City pertama kali diresmikan pada 26 Desember 2014 oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu, Basuki Tjahaja Purnama. Adapun dalam pelaksanaannya, Jakarta Smart City memiliki 7 pilar atau indikator yang membentuk ekosistem dari konsep Smart City itu sendiri.

Pilar-pilar tersebut, yakni:

  • Smart Governance,
  • Smart Mobility,
  • Smart Environment,
  • Smart Economy,
  • Smart People,
  • Smart Living, dan
  • Smart Branding.

Jakarta Ternyata Punya Inovasi Sistem Transportasi Terbaik di Dunia

Cara kerja Smart City dalam mobilitas masyarakat Jakarta

Dalam keberlangsungannya, Smart City yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara langsung. Keberadaan Smart City bisa dilihat melalui sebuah aplikasi yang bernama JAKI Super-App. Aplikasi ini membantu dan mempermudah pengguna sekaligus masyarakat DKI Jakarta dalam mobilitas sehari-hari di Ibu Kota.

JAKI app

Dari beberapa banyak layanan pemerintahan dan fasilitas publik yang dapat diakses melalui aplikasi tersebut, satu yang sampai saat ini paling banyak dimanfaatkan dan terasa kehadirannya oleh masyarakat ialah layanan Cepat Respon Masyarakat (CRM), sebuah sistem integrasi laporan masyarakat di Ibu Kota agar permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan cepat.

Lewat layanan CRM, masyarakat Ibu Kota dapat melaporkan mengenai permasalahan yang ditemui, kemudian Pemprov DKI Jakarta akan langsung menerjunkan tim terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang dilaporkan.

Berdasarkan klaim yang dimuat pada laman resmi Smartcity.jakarta.go.id, penerapan dan fungsi Smart City melalui aplikasi yang ada sudah dimanfaatkan oleh sebanyak 10.761 warga di tahun 2020. Selain itu, per Januari 2021, sebanyak 99,85 persen laporan terkait permasalahan yang ada di lingkungan Ibu Kota selesai ditindak lanjuti dengan baik oleh Pemprov DKI Jakarta, baik berupa masalah kerusakan jalan, laporan kemacetan, dan lain sebagainya.

Selain Monas dan Kota Tua, Ini 5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta

Tidak cukup sampai di situ, berbagai fitur dan layanan yang terdapat pada aplikasi JAKI juga memungkinkan masyarakat untuk mengetahui segala informasi terbaru yang ada di Jakarta dan berpengaruh dalam mobilitas sehari-hari, misalnya fitur JakPantau yang dapat memantau kondisi tertentu yang berhubungan dengan musim hujan dan antisipasi bencana banjir.

Selain itu, ada pula fitur JakRespons yang merupakan kurasi dari segala jenis pengaduan yang diajukan oleh masyarakat Ibu Kota, Fitur yang diperbarui statusnya secara real-time itu bisa dilihat oleh semua pengguna yang sudah pasti membutuhkan informasi terkait kondisi terbaru di setiap wilayah DKI Jakarta.

Jika dilihat berdasarkan banyaknya layanan yang ada, seluruh fitur yang dimiliki oleh sistem Jakarta Smart City melalui aplikasi JAKI yang hadir sejatinya memang sudah menerapkan dan memenuhi ekosistem dari 7 pilar Smart City yang disebutkan di atas tadi.

Sebagai contoh dalam satu kasus pengaduan permasalahan di wilayah tertentu, sudah terwujud beberapa pilar dalam sistem Smart City, di antaranya Smart People yang mengajukan aduan secara langsung melalui layanan aplikasi dan Smart Governance yang merespons aduan dengan menurunkan tim terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemui berdasarkan data dan informasi aduan yang diterima.

Dengan keberadaan Smart City yang berjalan saat ini, tentu bukan berarti bahwa Jakarta sudah sepenuhnya berhasil menjadi kota yang menerapkan teknologi Smart City secara mumpuni dan maksimal. Masih banyak pengembangan lebih jauh yang bisa dilakukan, tapi dengan pencapaian yang sudah dimiliki saat ini cukup membuktikan bahwa Jakarta dapat menjadi kota yang lebih baik dalam hal memfasilitasi mobilitas penduduknya.

Kedepannya, bukan tidak mungkin jika teknologi atau keberadaan Jakarta Smart City bisa menjadi pedoman dan tolak ukur untuk menghadirkan teknologi dan konsep serupa pada kota-kota lain di Indonesia.