Desainer Indonesia Pukau New York Fashion Week

WARNA HANGAT: Koleksi Drama dari Anniesa Hasibuan ditampilkan dalam NYFW Fall/Winter pada Selasa malam lalu waktu setempat (14/2).

Setelah musim lalu berhasil membawa nama harus bangsa sebagai desainer Indonesia pertama yang tampil di panggung New York Fashion Week (NYFW), Anniesa Hasibuan kembali menampilkan karyanya di ajang fashion terkemuka itu. Bertempat di Skylight Clarkson, New York, Selasa (14/2), Anniesa menyuguhkan show koleksi musim fall/winter.

Mengusung tema Drama, konsep Anniesa kali ini terinspirasi karakter perempuan yang mampu mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan menjunjung tinggi etika sebagai perempuan sejati. ”Saya ingin menyampaikan bahwa perbedaan itu indah. Fashion itu damai dan fun. Apa pun ras kita, semuanya punya hak yang sama,” ungkap Anniesa.

Itulah yang menjadi alasannya menggunakan model imigran untuk membawakan total 48 koleksinya. Terlebih, New York merupakan tempat pertemuan orang dari berbagai negara maupun penduduk asli untuk berbaur dan berinteraksi.

Drama mengambil warna hangat dan tegas. Yaitu, hitam, perunggu, putih, silver, gold, dan broken white. Anniesa dan tim berangkat ke New York pada 10 Februari. Seperti show-nya di sesi spring/summer pada September lalu, show kali ini mendapat apresiasi besar dari publik dan media internasional. Anniesa telah mencetak statement tersendiri sebagai desainer busana muslim di mata dunia.

Sementara itu, dalam NYFW kali ini, banyak desainer yang menyelipkan pesan lewat koleksinya sebagai respons atas kebijakan immigration ban yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump. Meski larangan itu sudah ditangguhkan, para desainer tetap lantang menyuarakan pendapat mereka.

Supermodel Bella Hadid menyebut hal tersebut merupakan fashion week-nya yang paling emosional. Dua kali dia dibuat menangis ketika berada di runway. Pertama, saat show Prabal Gurung Minggu (12/2). Saat finale walk, sang desainer dan para model berjalan mengenakan printed T-shirt dengan slogan feminis dan proimigran. ”Ketika mulai berjalan, rasanya begitu emosional dan saya menangis. Show itu begitu indah,” ungkap model 20 tahun tersebut kepada Fashionista.

Tangis kedua jatuh ketika dia membawakan koleksi Oscar de la Renta yang juga mengusung tema proimigrasi. Bella menjadi penutup show dengan mengenakan black evening gown klasik. Selain karena terharu membawakan gaun rancangan rumah mode ikonik, tema dan pesan yang diusung juga begitu menyentuh. ”Rasanya ini fashion week paling emosional buatku. Pengalaman yang luar biasa,” ujar Bella.

Pekan mode seperti ini menjadi momen sibuk bagi model seperti Bella. Dia bekerja hingga 13 jam dalam sehari. Sangat intens dan hectic. Namun, Bella menikmatinya. Begitu pula Kendall Jenner. Dalam sehari, mereka bisa tampil lebih dari satu show. Misalnya, Rabu (15/2) Kendall dan Bella tampil di tiga runway. Mereka membawakan koleksi Michael Kors, Anna Sui, dan Ralph Lauren. Di sesi Michael Kors, terlihat Ashley Graham ikut melenggang. Dia menjadi model runway dengan size baju 12 pertama yang dipilih Kors sepanjang tiga dekade karir sebagai desainer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here