Daniel Wakili Indonesia Dalam Pekan Peneliti Muda Internasional di Paris

Daniel Naek Chrisendo, delegasi dari Indonesia, tengah mempresentasikan kegiatan pengembangan sains di Indonesia di depan forum Pekan Peneliti Muda di Bidang Sains (Semaine des Jeunes Talents Scientifiques Internationaux) 29 Januari-3 Februari 2017 di Paris, Prancis. (ist/Institut Prancis di Indonesia (IFI))
Peneliti muda indonesia, Daniel Naek Chrisendo dan Langit Rinesti menjadi delegasi Indonesia dalam Pekan Peneliti Muda Internasional 2017 di Paris.
Dua delegasi itu dikirim ke forum internasional Pekan Peneliti Muda di Bidang Sains (Semaine des Jeunes Talents Scientifiques Internationaux) yang berlangsung 29 Januari-3 Februari di Paris, Prancis atas kerja sama Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Institut Prancis di Indonesia (IFI).
“Selama belajar dan mempresentasikan aktivitas sains kami di forum ini, wawasan kami seakan terbuka bahwa bekerja di bidang yang berhubungan dengan sains tidak melulu menjadi saintis, tapi bisa jadi sains komunikator, sains mediator, bekerja di museum sains, jadi mastermind untuk pameran sains yang semuanya menantang dan menyenangkan,” kata Daniel dalam siaran pers,
Daniel adalah lulusan program studi Master Pembangunan Perkotaan di tiga universitas; Ghent University Belgia, Pisa University Italia dan Humboldt University of Berlin Jerman.
Dia terpilih mewakili Indonesia  berkat kontribusinya dalam mempromosikan sains di Indonesia.
Sebelumnya, Daniel aktif sebagai guru sains di sekolah dasar melalui program Indonesia Mengajar dan di Komik Sains Kuark melalui kegiatan Olimpiade Sains Kuark dan Festival Sains Kuark.
Sementara Langit adalah  sarjana Ilmu Komunikasi yang kini bekerja sebagai penulis naskah dan editor.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Iptek dan Industri Paris (La Cite des sciences et de l’industrie) dan Pusat Inovasi (Palais de la Decouverte) Paris tersebut diikuti oleh 42 anak muda seperti peneliti, dosen, guru, jurnalis dan insinyur dari 26 negara.
Para peserta juga mengunjungi laboratorium L’Oréal dan berdiskusi dengan tema partisipasi kaum muda dalam bidang sains dan perempuan dalam karir di bidang sains di dunia.
Masing-masing peserta memaparkan proyek riset mereka dalam 3 menit dan bertukar pikiran dengan para pakar dan pekerja di pusat inovasi Universcience.
Selain dari Indonesia, peserta terpilih datang dari Afrika Selatan, Aljazair, Australia, Kanada, Chili, Tiongkok, Kolombia, Komoros, Pantai Gading, Amerika Serikat, Ekuador, Irlandia, Kazakhstan, Kuwait, Madagaskar, Mali, Nigeria, Norwegia, Portugal, Qatar, Rusia, Senegal, Singapura, Slovakia dan Venezuela.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here