Ciptakan Teh dari Daun Kulit Buah Naga Hantarkan Mahasiswa UB Raih Prestasi Internasional

Teh berbahan limbah kulit buah naga dicampur daun mint karya mahasiswa Universitas Brawijaya berhasil meraih meraih gold medal dalam kompetisi Bujang Valley Innovation Invention and Design Competition (BVIIEC) yang diadakan di UiTM Kedah Malaysia Kamis (13/6/2019).Iim Fahimatul Amalia (FP UB), Mih Mimdiah (FP UB), Afinda Sofiana(FP UB), Dhewangga Arie Syaputra (FP UB) dan Renaldy (FMIPA UB) membuat Pitayass Tea berbahan dasar kulit buah naga dan daun mint yang dikemas secara premium menggunakan anyaman janur berbentuk ketupat kecil

“Selain sehat dan ramah lingkungan, Pitayass Tea bertujuan sebagai upaya diversifikasi olahan buah naga dan mengurangi limbah kulit buah naga yang kaya antioksidan tinggi,”ujar Iim Fahimatul Amalia kepada bisnis.com, Kamis (20/6/2019).

Antioksidan diperlukan untuk menangkal radikal bebas yang muncul dari polusi udara. Radikal bebas merupakan pemicu penyakit berat seperti kanker dan tumor. Jadi teh herbal ini bermanfaat sebagai antitumor dan anti kanker.

Iim menambahkan latar belakang pembuatan Pitayass Tea karena melihat potensi buah naga yang begitu besar di Indonesia (khususnya Banyuwangi), namun tidak diimbangi dengan pemanfaatannya.

Kulit buah naga banyak terbuag padahal mengandung antioksidan yang tinggi yakni vit C,saponin, flavonoid, dan tajin.

Proses utama pembuatan PitayasS Tea sendiri adalah pengeringan atau drying yang dilakukan dalam suhu 38 derajat celcius selama 8 jam.”Karena dengan suhu dan waktu tersebut hasil pitayasS Tea optimal dan kandungan antioksidan yang terkandung didalamnya tetap terjaga,”katanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here