CEO UN World Global Village, Mr. Lu Jinping Kedua kalinya datang ke Kalimantan Timur Temui Pemimpin Adat Dayak

Untuk kedua kalinya atas undangan dari pemimpin adat Suku Dayak Kalimantan Timur, Mr. Lu Jinping CEO UN World Global Village Co.,Ltd. tiba di Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur untuk melakukan beberapa pertemuan dengan para pemimpin adat guna membahas pemilihan lokasi proyek UN World Global Village pada tanggal (25/4)

Keterangan foto pertemuan: Mr. Lu Pinjing selaku CEO UN World Global Village (kedua dari kiri) dan Dr. Edy Gunawan Areq Lung. MA. selaku Ketua Dewan Adat Dayak – DAD (kedua dari kanan) , Arif selaku Kepala Suku Banjar di Baloi (ketiga dari kiri), Professor Dr Abdul Rani Bin Kamarudin dari fakultas hukum International Islamic University Malaysia (tengah) dan team.

Pertemuan bertempat di Aston Hotel dan Convention Center, Samarinda dan di kediaman Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Dr. Edy Gunawan Areq Lung., MA. Turut serta hadir pada pertemuan tersebut, Ketua Adat Dayak Kenyah dan pemimpin adat lainnya yang mewakili penduduk asli Suku Dayak. Penduduk adat Dayak menyambut hangat kedatangan Mr. Lu Jinping CEO UN World Global Village Co., Ltd ke Kalimantan Timur untuk memilih lokasi rencana investasi.
Pak Arif selaku pemimpin adat kawasan Baloi menemani Mr. Lu Jinping CEO UN World Global Village dalam seluruh proses negosiasi investasi. Pihak suku DAD Kaltim mengatakan, mereka selaku masyarakat setempat sangat menyambut investasi dari UN World Global Village Co.,Ltd. di Kalimantan Timur, dan juga sangat menghargai arah/orientasi dan cara investasi proyek UN World Global Village.
Ketika CEO Lu Jinping berbicara kepada Dr. Edy Gunawan Areq Lung. MA., Ajang Kedung dan pemimpin adat lainnya, dia secara sederhana memperkenalkan tentang UN World Global Village : UN World Global Village sementara terdaftar di Hongkong (China), independen, dan merupakan lembaga investasi internasional yang komprehensif.

Mr. Lu Pinjing selaku CEO UN World Global Village (kedua dari kanan) dan Ajang Kedung selaku pemimpin Suku Dayak (kedua dari kiri) , Dr. Edy Gunawan Areq Lung. MA selaku Ketua Dewan Adat Dayak (tengah), Arif selaku Kepala Suku Banjar di Baloi (ketiga dari kanan), dkk yang ikut dalam negosiasi.

CEO Lu Jinping dalam pembicaraannya mengatakan : arah investasi, cara operasi investasi, bentuk investasi dari UN World Global Village Co.,Ltd. niatnya memilih lokasi investasi di Kalimantan Timur, dan pemilihan lokasi di pesisir pantai yang membutuhkan area minimal 300 hektar, berencana membangun kota hijau, rendah karbon, ramah lingkungan, pengembangan berkelanjutan, proyek penelitian dan pengembangan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi), kota cerdas (smart city) yang demonstrasi.
Dalam pembicaraannya CEO Lu Jinping mengatakan bahwa pada tanggal 24 Februari 2019 hingga 1 Maret 2019, kami pertama kali mengunjungi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Indonesia di Jakarta dan Pemerintah daerah (Pemda) Kutai Kartanegara, mereka menyambut dan mendukung rencana UN World Global Village untuk berinvestasi di Indonesia. Tim pekerja khusus dari BKPM dan departemen pemerintah pusat lainnya akan bekerja sama sepenuhnya dengan Pemda Kutai Kartanegara untuk melayani dengan baik investasi UN World Global dalam proyek besar yang mengembangkan dan membangun kota cerdas (smart city) yang berteknologi tinggi ini!

Foto bersama Dr. Edy Gunawan Areq Lung. MA. selaku Ketua Dewan Adat Dayak (kedua dari kanan), Mr. Lu Jinping selaku CEO UN World Global Village (kedua dari kiri), Arif selaku Kepala Suku Banjar di Baloi (pertama dari kanan), dan Ajang Kedung selaku Pemimpin Kepala Adat Besar Dayak Kaltim (pertama dari kiri).

Dr. Edy Gunawan Areq Lung. MA., Ajang Kedung, dan pemimpin adat lainnya mengatakan bahwa mereka akan secepatnya mempelajari, mengumpulkan data dan berkoordinasi dengan pemilik tanah di wilayah pesisir pantai Kalimantan Timur untuk berkumpul bersama dengan UN World Global Village untuk bernegosiasi dan menandatangani kontrak. Kedua belah pihak akan bersama-sama berusaha untuk mendorong dan memfasilitasi UN World Global Village untuk secepatnya masuk ke proses investasi yang resmi, kemudian selanjutnya akan pergi ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Indonesia di Jakarta, Bank Indonesia (BI) dan ke departemen yang lainnya yang menangani proyek indonesia, pendaftaran perusahaan, pembukaan rekening bank, pembayaran dan berbagai prosedur investasi lainnya.
Mr. Lu Jinping CEO UN World Global Village mengatakan bahwa akan mematuhi hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), peraturan dan hukum Pemerintah Daerah Kalimantan Timur, peraturan dan hukum serta agama keyakinan dan adat istiadat masyarakat setempat seperti Suku Dayak. Secepatnya diputuskan, ditandatangi, dilaksanakan dan diluncurkan UN World Global Village (Proyek Kalimantan Timur Global Village)!

Foto bersama Dr. Edy Gunawan Areq Lung. selaku Ketua Dewan Adat Dayak (tengah), Arif selaku Kepala Suku Banjar di Baloi (kedua dari kanan) , Professor Dr Abdul Rani Bin Kamarudin dari fakultas hukum International Islamic University Malaysia dan Wu Wei Min, staf UN World Global Village.

UN World Global Village akan melindungi, memperbaiki lingkungan ekologis alami Kalimantan Timur, di Kalimantan Timur akan diciptakan sebuah kawasan (homeland) UN World Global Village yang berteknologi tinggi yang indah! Bermanfaat bagi masyarakat setempat, bermanfaat bagi seluruh dunia, dan membawa kedamaian selamanya bagi dunia!

27 April 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here