Cara Mengetahui Air Tanah Yang Baik

Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Karena itu jika kebutuhan akan air tersebut belum tercukupi maka dapat memberikan dampak yang besar terhadap kerawanan kesehatan maupun sosial. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang besar masih terpusat di daerah perkotaan, dan dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM) kota yang bersangkutan. Namun demikian secara nasional jumlahnya masih belum mencukupi dan dapat dikatakan relatif kecil yakni 16,08 % (1995). Untuk daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM umumnya mereka menggunakan air tanah (sumur), air sungai, air hujan, air sumber (mata air) dan lainnya.

Kini banyak masyarakat menggunakan Air Tanah dan menjadi salah satu sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, karena memiliki kualitas air yang layak untuk di konsumsi. Bahkan di beberapa tempat, ketergantungan masyarakat terhadap pasokan air tanah mencapai 70 persen.

Karena sangat tergantungnya masyarakat terhadap air tanah, seringkali saat iklim di Indonesia mengalami musim kemarau banyak sumur kering sehingga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih dan terpaksa kembali menggunakan sumber air lain, umumnya mereka sudah menyiapkan cadangan air bersih untuk konsumsi, sedangkan untuk keperluan MCK menggunakan air sungai.

Sebenarnya sangat mudah untuk menentukan atau membedakan kualitas air tanah apakah layak atau tidak. Pertama dengan melihat fisiknya secara langsung dan yang kedua dengan melakukan pemeriksaan terhadap unsur apa saja yang terkandung didalamnya. Penyuluhan tentang tanda air tanah yang baik perlu ditingkatkan supaya masyarakat dapat semakin mudah mengenali kualitasnya.

Berikut adalah ciri-ciri air tanah yang baik bagi lingkungan yang di rangkum Kabarrantau.com :

1. Air Harus Jernih atau Tidak Keruh

Ini menjadi indikator pertama yang paling mudah untuk dibedakan. Jika jenis-jenis air tanah yang keruh maka dapat dipastikan tidaklah bersih, yang sering terjadi adalah air tanah yang berwarna kecoklatan biasanya mengandung lumpur. Penyebabnya adalah air tanah yang sudah dangkal akibat musim kemarau ataupun sudah tercampur lumpur saat musim hujan, dan ini terjadi pada sumur bor.Perlu diketahui sebelumnya, air yang bening belum tentu bersih namun setidaknya benih atau tidaknya air bisa dijadikan langkah pertama untuk menilai kualitas air tanah sebelum langkah berikutnya.

2. Tidak Berwarna 

Sebenarnya hampir sama dengan penjelasan diatas, hanya saja ini kualitas nya lebih parah, misalnya berwarna kuning sehingga jarum atau batu sekalipun ketika dimasukan kedalam air tersebut tidak akan terlihat lagi dari atas. Warna air tanah tergantung dari unsur yang terkandung didalamnya. Jadi jika kondisi air tanah berwarna maka sudah pasti tidak layak untuk digunakan.

3. Rasanya Tawar

Untuk menguji kualitas air tanah sebelum digunakan memang harus di lakukan pengujian secara manual yakni dengan mencicipi sampel air tanah tersebut. Air tanah yang baik tidak memiliki rasa apapun, ketika diminum terasa tawar. Penyebab tawarnya rasa air tanah tersebut dikarenakan tidak adanya unsur apapun didalamnya. Kondisi air seperti inilah yang disebut air tanah yang murni.

4. Derajat Keasaman(PH) Netral

Untuk mengukur tingkat keasaman suatu air tanah haruslah dilakukan karena air jernih dan tidak berwarna, namun jika memiliki PH diluar batas normal maka tidak cocok digunakan untuk konsumsi. Air tanah yang baik haruslah memiliki PH berkisar antara 6.8 hingga 7.2 untuk rentang sempit, atau 6.5 hingga 7.5 untuk rentang yang lebih lebar. Jika air tanah terlalu asam tidak hanya berbahaya jika diminum manusia bahkan tak cocok diberikan kepada ternak.

5. Tidak Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Air tanah yang berasal dari ruang publik untuk kehidupan yang jauh dari industri atau daerah perkotaan tentu memiliki kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan air tanah yang berada didekat pusat industri, karena hasil buangan limbah pabrik dapat saja mencemari air tanah, terlebih air tanah dangkal. Zat yang sering ditemukan pada air seperti Arsen, Timah, Merkuri, senyawa sulfida, amoniak dan lainnya.

6. Tingkat Kesadahan Rendah

Cara paling mudah untuk mengetahui air dengan kesadahan tinggi yaitu sabun atau deterjen ketika digunakan untuk mencuci sukar berbusa. Kesadahan air dikaitkan dengan kandungan ion Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg), selain itu terdapat pula kandungan unsur Mangan (Mn) dan Besi (Fe) sehingga menimbulkan bau anyir dan berbau kurang sedap. Air dengan kesadahan tinggi terutama yang kandungan Besi tinggi dapat menyebabkan timbulnya noda kecoklatan pada pakaian sehabis dicuci.

7. Tidak Mengandung Bakteri Bebahaya

Seperti E Coli yang sering ditemukan pada air yang berada didekat septic tank dan saluran pembuangan kotoran lainnya dengan adanya fungsi air hujan dapat mengkikis E coli yang biasanya berada di tempat lingkungan air. Jika air tanah mengandung banyak bakteri maka dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti diare dan penyakit yang berhubungan dengan limfa dan sistem percernaan. Tidak hanya itu, penyakit berat seperti Typus, Hepatitis dan Kolera pun akan mudah menyerang manusia.

Upaya Menghadapi Pencemaran Air Tanah

Harus diakui bahwa air tanah merupakan  salah satu sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara gratis. Namun air tanah tidak selalu bersih, terutama air yang berasal dari tanah yang dekat dengan pusat industri atau pabrik atau pusat perkotaan. Meskipun kebanyakan air tanah didaerah perkotaan sudah tercemar, bukan berarti air tanah yang berasal dari sumur daerah perdesaan berkualitas baik. 

Sebenarnya kualitas air tanah sangat dipengaruhi oleh jenis-jenis tanah yang berada di atasnya.Misalnya pada lahan gambut, biasanya air tanahnya mengandung asam organik yang tinggi, begitu juga dengan daerah atau wilayah yang didekat gunung berapi seringkali air tanah mengandung unsur Besi (Fe) tinggi. Lantas sering timbul pertanyaan, bagaimana cara atau upaya yang harus dihadapi ketika air tanah yang sudah tercemar,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here