Buku “The Covid 19 Stories from 19 Countries” Pemersatu Anak Bangsa Selama Pandemi Covid-19

Diaspora Indonesia adalah setiap orang Indonesia yang tinggal di luar negeri—baik yang asli maupun keturunan—apa pun status hukum, bidang pekerjaan, latar belakang etnis, dan kesukuannya. Sekalipun demikian, kecintaan mereka terhadap Indonesia tak pernah luntur.

Belum lama ini Diaspora Indonesia membagi kisah selama pandemi Covid 19 dalam buku “The Covid 19 Stories from 19 Countries”. Seperti judulnya, buku ini memuat 19 cerita dari 19 negara seputar pandemi Covid-19 yang yang diharapkan dapat membagi kisah serta pengalaman dalam mengatasi krisis pandemi tersebut, peluncuran buku tersebut bekerja sama Gerakan Kebaikan Indonesia dengan Liputan6.com.

Buku “The Covid 19 Stories from 19 Countries” juga menjadi rekam jejak kisah dan dokumentasi diaspora indonesia dalam membangun koneksi warga Indonesia di perantauan guna memberikan sumbangsih terbaik bagi negeri kelahiran yang selalu dicintai dalam jiwa dan raga Indonesia melalui buku ini juga berisi tuturan pengalaman selama pandemi Covid-19 diaspora Indonesia yang berada di 19 negara.

Dalam buku ini, para Diaspora Indonesia di 19 negara berbagi pengalaman selama masa pandemi covid 19 ini, diaspora Indonesia yang tersebar di beberapa negara diantaranya Italia, Korea Selatan, China, Afrika, Inggris, malaysia, singapura, Amerika serta negara lainnya.

Salah seorang penulis Eva Reinhard yang merupakan perwakilan Gerakan Kebaikan Indonesia serta berdomisili di negara Jerman berbagi kisah tentang rencana berlibur ke tanah air di hari raya Idul fitri harus dibatalkan karena keganasan virus Covid-19″semua harus berubah bahkan semenjak pemerintah Jerman memberlakukan penutupan negara, dan warga harus mematuhi, hingga kebiasaan berubah drastis dan krisis Covid-19 ini memberikan hal positif dengan menjadikan diri kita menjadi makhluk sosial yang siap membantu siapa saja, terutama para orang tua yang rentan terinfeksi”ujarnya.

Selama krisis Covid-19, Eva juga meceritakan bagaimana dirinya berperan aktif membantu warga sekitar jika diperlukan diantaranya sekedar membelikan bahan pangan serta ke apotek untuk membeli obat-obatan, serta diakuinya selama pandemi ini timbul rasa kemanusiaan dalam memerangi virus ini bersama yang melanda semua orang.

Hal yang sama juga diutarakan Indah morgan yang berdomisili di Ningbo China, meski berada di negara yang menjadi negara asal virus Covid-19 dan langsung menyita perhatiaanya, karena virus Covid-19 tampak sulit terdeteksi, dan studi awal dari pusat pengendalian penyakit cina melaporkan masa inkubasi rata-rata 10 hari dan tidak seperti SARS atau influenza, Covid-19 dapat ditularkan selama fase inkubasi tanpa orang yang terinfeksi menunjukkan tanda-tanda penyakit sama sekali ini membuatnya lebih sulit dikendalikan.”ini pertama kali pengalaman kami selama 7 tahun tinggal di Cina tidak ada perayaan kembang api maupun petasan, tidak ada barongsai selama di Cina, ini menciptakan rasa takut, khawatir dan gelisah. Terutama semenjak pemberlakuan Lockdown di Ningbo, Namun hal tersebut bisa teratasi dengan solidaritas selama lockdown membuat kami menghargai kehidupan, menikmati makanan yang tersaji, menikmati air yang mengalir, serta menghargai akan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, yang pada akhirnya kita bisa terlepas dari status sosial ekonomi, budaya, etnis, dan latar belakang agama kami, dan bersama-sama berperang melawan satu musuh yakni virus Covid-19 ini” ungkap Indah morgan yang juga merupakan Divisi luar negeri Gerakan Kebaikan Indonesia.

Sementara itu dalam buku “The Covid 19 Stories from 19 Countries” juga dapat menjadi rekam jejak bagaimana para diaspora Indonesia di 19 negara dapat berbagi pengalaman serta solusi dalam pandemi Covid-19 juga menjadi pemersatu anak bangsa, “berkat pengalaman para teman-teman diaspora dan juga bantuan editor temen-temen jurnalis hingga buku ini bisa diterbitkan diharapkan dapat menjadi rujukan bersama memahami pandemi Covid-19 yang saat ini sedang terjadi”ujar Nugroho Dewanto saat di diskusi launching buku“The Covid 19 Stories from 19 Countries” di gedung Liputan6.com

Seperti diketahui buku ini telah diluncurkan secara resmi pada Sabtu 22 Agustus 2020 secara virtual live di Liputan6.com dan Vidio.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here