Budaya Gamelan Bali Dapat Dukungan Dari Pemerintah Kota Melbourne

25 Pemain Gamelan yang hampir seluruhnya adalah warga Australia atau keturunan Indonesia.

Melalui program City of Melbourne Arts Grants Program, kelompok pencinta dan pemain gamelan di Melbourne ‘GamelanDanAnda’ serta sanggar tari asal Geelong Widya Lutvari menggelar malam seni Bali di kawasan Southbank, kota Melbourne, dan Arts Grants Program adalah bantuan dana yang diberikan pemerintah kota Melbourne bagi para seniman setiap tahunnya. Tujuan dari pemberian dana ini adalah untuk membiayai proyek-proyek seni yang dianggap dapat memberikan kontribusi bagi reputasi kota Melbourne sebagai kota kreatif dunia.

Tahun 2016 ini ada lebih dari 75 seniman dan proyek seni yang mendapatkan bantuan dana, termasuk 10 seniman Aborigin, menjadi sebuah kebanggan bagi Gamelan DanAnda untuk bisa mendapat bantuan pemerintah kota Melbourne, sehingga dapat terus melestarikan kesenian musik gamelan asal Bali di Australia.

Gamelan DanAnda adalah komunitas pencinta dan pemain musik gamelan khas Pulau Dewata yang kebanyakan anggotanya adalah warga lokal Australia. Tingkat kemahiran mereka pun beragam. Ada yang baru belajar, ada pula yang sudah memiliki banyak pengalaman tampil di festival-festival budaya hingga acara dan pesta-pesta private.

Sebagai salah satu proyek Gamelan DanAnda adalah dengan menggelar malam kesenian Bali, yang digelar di kawasan Southbank, pusat kota Melbourne pada hari Jumat lalu (25/11). Tidak hanya menampilkan 25 orang pemain gamelan, acara tersebut juga menyuguhkan sejumlah tarian Bali yang dibawakan belasan orang dari sanggar tari Widya Lutvari, asal Geelong.

“Kita memutuskan untuk tampil disini di Southbank bagi warga yang ingin menikmati Jumat malam dengan musik dan tarian,” ujar Jeremy Dullard, pemimpin kelompok Gamelan DanAnda.

“Saya akui sampai saat ini, penampilan ini yang terbesar… kita belum pernah melakukannya dengan dengan jumlah pemain dan penari sebanyak ini sebelumnya.”

“Dalam empat sampai lima tahun ke belakang, kita secara perlahan memperluas dan membangun komposisi musik agar bisa menggelar konser yang lebih besar”ujar Jeremy Dullard.

Alunan musik gamelan Bali yang megah terdengar, bahkan dari kejauhan 500 meter dari seberang Sungai Yarra yang membelah pusat kota Melbourne dengan kawasan Southbank.

Para pemainnya merasa senang dan bangga bisa memainkan gamelan Bali.

“Nada dan suaranya berbeda dengan musik barat dan sangat magis, saya juga suka karena bawaannya [instrumen musiknya] yang saling terkait dan butuh kerja sama”ungkap Bianca, salah satu pemain Gamelan DanAnda.

Jonathan adalah salah satu pemain Gamelan DanAnda yang terlihat sudah menguasai beberapa instrumen musik gamelan. Selama hampir tiga minggu kelompok Gamelan DanAnda juga mendatangkan Pande ‘Yande’ Mardiane, yang dikenal sebagai salah satu pesohor seni gamelan Bali.

Dalam situs Gamelan DanAnda diharapkan pengalaman Yande yang pernah bekerja sama dengan musisi dari berbagai latar belakang dapat banyak membantu proyek seni komunitas gamelan di Australia.

Acara yang digelar di Jumat malam tersebut berlangsung sekitar dua jam, sejak pukul setengah delapan malam. Cuaca yang mendung, angin dingin, dengan suhu sekitar 16 derajat tidak mematahkan semangat para penari dari sanggar Widya Luvtari untuk menampilkan tarian terbaiknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here