Botok, Lauk Khas Pulau Jawa

Botok, Kuliner Khas Jawa

Botok adalah kuliner khas pulau jawa yang sederhana yang terbuat awalnya dari ampas/bungkil kelapa yang sudah diambil sarinya (Santan). Pada awalnya botok yang terbuat dari ampas kelapa ini dimasak, agar ampas kelapa yang masih bergizi ini tidak dibuang. Oleh karena itu ampas kelapa ini kemudian dibumbui dengan cabai, garam, merica dan daun salam, dibungkus dalam daun pisang, yang kemudian dikukus dalam uap panas. Bothok pada saat ini dimodifikasi juga dengan petai cina, teri, tahu, udang atau bahkan larva tawon/lebah.

Dilansir dari resep panduan wisata Yogya, Botok juga merupakan lauk sederhana yang dibuat dengan cara mengukus beragam bahan seperti layaknya membuat pepes. Beberapa perbedaan diantara keduanya terletak pada bahan, bumbu serta cara pengemasan. Botok mlandingan adalah makanan lezat murah meriah yang terbuat dari parutan kelapa dan biji mlandingan yang diberi bumbu beragam rempah khas nusantara seperti bawang merah, laos, cabai, gula merah dan garam secukupnya. Sebagai penambah aroma umumnya membuat botok akan diberi tambahan bumbu berupa potongan tempe semangit atau tempe yang hampir membusuk ataupun teri atau keduanya.

Cara memasaknya sungguh mudah. Setelah semua bahan dicuci bersih, parutan kelapa dicampurkan dengan semua bahan lainnya, termasuk butiran mlandingan. Botok mlandingan umumnya dibungkus dengan menggunakan daun pisang. Jika ingin membuatnya sendiri di rumah, jangan lupa untuk melayukan dulu daun pisang yang akan digunakan untuk membungkus botok. Hal ini dimaksudkan agar daun tidak sobek saat digunakan untuk membungkus botok. Dengan demikian rasa botok tetap enak karena tidak akan ada sari bumbu yang hilang saat dilakukan proses pengukusan akibat daun yang sobek.

Setelah semua bahan bercampur rata, ambil sekitar tiga sendok makan adonan lalu bungkus dengan daun pisang dan kunci dengan sematan lidi kecil. Selanjutnya Anda hanya perlu mengukusnya sekitar 40 menit atau tunggu hingga masak. Botok mlandingan sangat enak jika dinikmati selagi masih hangat. Bahkan nasi hangat berlauk botok mlandingan saja dapat menjadi alternatif makan yang enak dan murah sepanjang hari. Namun demikian, botok juga enak disantap ketika telah dingin. Rasa dan aroma harumnya tetap sama. Disantap selagi hangat atau ketika sudah dingin itu juga kembali ke selera masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here