Bikin Game Edukasi, Siswa MAN 2 Kudus Juarai Kompetisi ICT

Prestasi membanggakan diraih siswa MAN, Tiga siswa MAN 2 Kudus berhasil membuat game edukasi SE AR (pendidikan hewan berdasarkan augmented reality). Dari karyanya itu, mereka mampu meraih juara I Kompetisi Information and Communication Technology (ICT) berbasis augmented reality (AR) tingkat Asia Tenggara. Ketiganya pun membawa pulang uang sebesar 500 dolar.

Lomba tersebut diadakan organisasi internasional kerja sama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan di Asia Tenggara, yakni The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Pesertanya sebanyak 990 orang dengan 332 tim se-Asia Tenggara.

Dari MAN 2 Kudus, yang mewakili Amik Rafly Azmi Ulya; Muhammad Abdul Majid; dan Umar Sa’id Gunawarman. Ketiganya merupakan siswa kelas XII MIA 4.

Amik Rafly Azmi Ulya mengatakan, begitu mengetahui ada info game development online training, dia tertarik mengikuti kompetisi tersebut. ”Motivasi kami mengikuti kompetisi ini, ingin menyumbangkan prestasi di madrasah sebelum lulus,” ujarnya kepada Jawapos.

Awalnya, MAN 2 Kudus mengirimkan 4 tim dalam kompetisi tersebut. Dengan jumlah satu tim tiga siswa. Namun yang berhasil lolos adalah tim Amik, Majid, dan Umar (Swallow Team). Mereka berhasil mengalahkan total 990 peserta dengan 332 tim se-Asia Tenggara.

Dari pelatihan game berbasis AR yang dipelajarinya tersebut, mereka berinisiatif membuat produk game edukasi bernama SE AR (pendidikan hewan berdasarkan augmented reality). ”Kami mempunyai ide membuat hal sederhana. Tentunya yang bisa aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Produk game SE AR (pendidikan hewan berdasarkan augmented reality) ini didesain menjadi aplikasi 3D berbasis AR, yaitu menggabungkan benda dua dimensi atau tiga dimensi dalam lingkungan nyata,” jelas Majid.

Dalam pengerjaannya, mereka membutuhkan 25 hari. Itu pun terbagi dengan tugas masing-masing. Ada yang mengerjakan desain gambar hewan, animasi, dan program. ”Game tersebut kami ciptakan sasarannya untuk peserta didik SD dan itu cocok sebagai media pembelajaran. Game tersebut juga sudah kami ujicobakan di SD Sabilul Ulum, Mayong, Jepara. Ternyata, guru dan peserta didik di sana sangat antusias dan tertarik dengan produk SE AR,” Tambah Amik.

Dikatakan, setelah penyelesaian produk tersebut, hanya 41 tim yang berhasil menyelesaikan dengan tuntas. Lalu disaring menjadi 20 tim untuk maju di final. Kemudian diambil tiga finalis dan pemenang diumumkan pada Rabu (31/1) lalu via online.

”Kami tak menyangka dari ide sederhana yang kami buat bisa menang juara I. Nantinya kami ingin menyempurnakan game ini agar bisa diunggah di playstore dan dimanfaatkan banyak orang,” ucap Amik.

Kepala MAN 2 Kudus, Shofi sangat mengapresiasi prestasi yang telah diraih tersebut. Apapun yang sudah didapatkan, semoga bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi. ”Saya harap dengan prestasi ini bisa memotivasi peserta didik. Tentunya ini prestasi membanggakan bagi MAN 2 Kudus,” ujarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here