Berprestasi, Anak Bangsa Indonesia Bangun Negeri dengan Teknologi

Sebagai anak bangsa Indonesia, sudah seharusnya kita bergerak membangun negeri melalui kontribusi yang bisa kita berikan semaksimal mungkin untuk kemajuan tanah air tercinta. Seperti empat anak bangsa Indonesia di bawah ini yang berkontribusi untuk negeri melalui teknologi.

Cerita dan pengalaman mereka tentunya bisa menjadi inspirasi. Dilansir dari GNFI Siapa saja empat anak bangsa Indonesia yang membangun negeri dengan teknologi?

Alamanda Shantika, Founder & President Director BINAR Academy

Anak Muda Indonesia yang Bangun Negeri dengan Teknologi - Alamanda Shantika
Alamanda Shantika l Foto: medium.co

BINAR Academy merupakan akademi non-formal di bidang programming yang ingin menciptakan banyak programmer profesional, dan membuka peluang bagi siapapun yang ingin belajar programming.

Berdiri sejak 2016, BINAR Academy telah hadir di beberapa kota di Indonesia dan menyalurkan lulusannya ke berbagai perusahaan ternama. Salah satu latar belakang mengapa Alamanda mendirikan BINAR Academy adalah saat ia masih bekerja di Gojek dan menyadari talenta di bidang digital di Indonesia yang masih terbatas.

Maka dari itu, melalui BINAR, Alamanda ingin menciptakan talenta baru yang mampu menguasai dunia digital, salah satunya melalui programming.

Crystal Widjaja, Former VP of Business Intelligence & Fraud at Gojek

Anak Muda Indonesia yang Bangun Negeri dengan Teknologi - Crystal Widjaja
Crystal Widjaja l Foto: summit.techsauce.co

Perempuan lulusan University of California, Berkeley jurusan Metode Empiris ini sebelumnya pernah berkarier di beberapa ekosistem startup di Silicon Valley. Namun, viralnya Gojek pada Januari 2015 lalu yang ia dengar sampai California, membuat Crystal memantapkan hati untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi melalui kemampuan big data-nya bagi negara.

Crystal yang mengawali karier di Gojek sebagai business intelligence ini memiliki pandangan bahwa kemampuan big data saat ini cukup efektif dalam menganalisis dan membangun strategi bisnis. serta memahami kebutuhan masyarakat. Potensi inilah yang menurut Crystal masih harus dikembangkan di Indonesia.

Steven Wongsoredjo, CEO & Co-Founder Nusantara Technology

Anak Muda Indonesia yang Bangun Negeri dengan Teknologi - Steven Wongsoredjo
Steven Wongsoredjo l Foto: forbes.com

Selesai menempuh studi S2 di Amerika Serikat dan banyaknya peluang karier di sana, Steven justru memutuskan untuk kembali ke Indonesia membangun sebuah startup.

Keinginannya untuk memberikan dampak bagi lingkungan sekitar jadi salah satu alasan Steven mendirikan Nusantara Technology. Jatuh bangun startup yang berawal dari situs konten Yukepo ini berbuah manis dengan terpilihnya Nusantara Technology sebagai startup pertama asal Indonesia berbasis AI dalam Y-Combinator Winter 2018. Bahkan, di tahun lalu Steven dinobatkan sebagai 30 Under 30 Forbes Asia 2019.

Hendro Yulius Putro, Pendidik Generasi Muda Lewat Robotika

Anak Muda Indonesia yang Bangun Negeri dengan Teknologi - Hendro Yulius Putro
Hendro Yulius Putro l Foto: satu-indonesia.com

Hendro yang memiliki ketertarikan pada dunia robotika ini mengawali mimpinya dengan merintis ekskul robotik pada tahun 2011 di SMPI Al Azhar 13 Surabaya. Hendro membuat modul untuk dipelajari siswanya, hingga mampu merancang robot penjejak garis dan mini soccer robot.

Di tahun 2012, Hendro berhasil membuat robot penyiram tanaman Loving Plan Robot yang mendapatkan special award di International Robot Olympiade di Beijing, Cina. Hingga di tahun 2016, Hendro menggagas sekolah robot dan mendirikan yayasan AWG (Adicita Wiraya Guna) Robotic Course.

Kini, sekolah robotik Hendro membawahi 21 sekolah dari Surabaya, Solo, Pasuruan, Gresik, Palu, hingga Sorong dan tercatat telah memiliki 389 murid. Kontribusi Hendro melalui robotik ini membawa Hendro terpilih sebagai Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here