Bekerja di Industri Dirgantara Kelas Dunia, Banyak Diaspora Indonesia Berbagi Ilmu Melalui BPSDM Perhubungan

Banyak diaspora Indonesia berkarya di industri dirgantara kelas dunia di Kanada. Meski demikian, mereka memiliki komitmen kiat unruk memajukan teknologi dirgantara di tanah air.

Atase Perhubungan Indonesia di Kanada dan Perwakilan RI di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Afen Sena mengemukakan banyak disapora di Distrik West Island, Montreal, Kanada bekerja di pabrik pembuatan pesawat Bombardier, Airbus, Bell Helicopter dan lainnya.

Mereka merupakan para ahli perekayasaan dan desain pesawat terbang yang memiliki pengalaman dalam pembuatan CN 235, N250 dan pesawat lain dari IPTN yang kemudian menjadi PT Dirgantara Indonesia.

“Dalam perkembangannya mereka kemudian bekerja pada industri Dirgantara Kanada. Namun dengan tidak menghilangkan kecintaannya pada tanah air tercinta, bersama KKIP ICAO dan CSAS melaksanakan program serries moduler online lecture kepada taruna dan dosen sekolah penerbangan di lingkungan BPSDMP Kemenhub dan sekolah swasta,” ungkap Afen kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Selasa (16/6/2020).

Mereka sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing masing juga banyak memberikan asistensi dan bimbingan kepada mahasiswa maupun peneliti Indonesia yang melakukan studi di bidang teknologi penerbangan.

Para diaspora dirgantara itu selain komit mengadakan kuliah online kepada taruna sekolah penerbangan BPSDMP, juga sedang dalam progres penyusunan buku Seri Teknologi Penerbangan.

“Buku ditulis oleh 15 pakar di bidangnya. Disusundengan koordinasi KKIP ICAO. Rencananya akan diterbitkan dan dibagikan secara gratis kepada SMK-SMK dirgantara di Indonesia,” ungkap Afen Sena.

Partisipasi diaspora itu, menyebutkan bagian dari komitmen mendorong perkembangan teknologi dirgantara Indonesia sekalipun bekarya di luar negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here