Barunastra, Tim Robot Kapal Cepat Kebanggaan Anak Bangsa

Satu lagi tim andalan anak bangsa sebagai tim robot kapal cepat menyumbangkan penghargaan bagi almamaternya. Baik dari ajang bergengsi di dalam maupun luar negeri. anak bangsa karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di bidang robotika tersebut bernama Barunastra.

Barunsatra merupakan perpaduan dari kata Varuna dan Astra. Varuna artinya dewa laut. Astra adalah senjata. Kalau digabung, kira-kira artinya menjadi senjata dewa laut. Gabungan kata tersebut dipilih sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menamai tim yang dibentuk empat tahun silam itu. Fokusnya adalah penelitian tentang robot kapal cepat tanpa awak.

Awalnya, tim tersebut terbentuk karena ada Kontes Kapal Cepat Tidak Berawak Nasional (KKCTBN). Penyelenggaranya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Para mahasiswa ITS juga ingin mengadu kebolehan di ajang tersebut. Tidak disangka, pada kompetisi pertama mereka berhasil menyabet juara I untuk kategori electric remote control(ERC).

Kemenangan tersebut tentu menumbuhkan kepercayaan diri anggota tim di bawah tiga bendera itu. Yakni, UKM Robotika, Hydro Club Jurusan Perkapalan, dan METIC Sistem Perkapalan ITS. Mereka tertantang untuk terus mengembangkan kapal cepat tidak berawak yang lebih canggih.

Ada tiga jenis kapal yang menjadi objek penelitian. Pertama, Autonomous Manufact. Robot kapal tersebut bisa berjalan tanpa kendali manusia. Tetapi menggunakan sensor khusus untuk menuju lokasi sasaran. Kini anggota Tim Autonomous berjumlah 20 orang.

Kapal kedua Electric Remote Control (ERC). Selain dijalankan dengan remote control yang dikendalikan driver, kapal itu menggunakan baterai sebagai daya. Kapal ketiga Fuel Engine Remote Control. Mirip ERC, tetapi sumber penggeraknya bahan bakar.

Sejak aktif dalam perlombaan KKCTBN, Barunastra tidak pernah absen menyabet gelar kemenangan. Salah satunya dalam kompetisi yang diadakan di kolam SIER pada 29 November–1 Desember lalu. Juara I diraih untuk kategori Autonomous Manufact dan juara II ERC berhasil dipersembahkan kepada almamater tercinta.

Setahun sebelumnya, mereka membawa pulang gelar juara III kategori Autonomous pada kompetisi yang diselenggarakan Association Unmanned Vehicle Systems International (AUVSI) Foundation di Virginia, AS. Tahun depan mereka rencananya berpartisipasi dalam lomba serupa. ’’Makanya harus disiapkan sejak sekarang,’’ jelas mahasiswa semester lima Teknik Sistem Perkapalan ITS tersebut.

Sementara itu, Ketua Tim Barunastra ARCH-4 M. Rival Faozi mengungkapkan, bukan hanya performa tim dan robot kapal yang harus dipersiapkan. Mereka juga harus mengantisipasi gangguan dari faktor ekternal. Khususnya sampah di sungai lokasi lomba. ’’Kalau baling-baling tersangkut sampah, kapal bisa macet, langsung kalah,’’ jelasnya.

Rival mengatakan, pada perlombaan terakhir di kolam SIER, kapalnya sempat tersangkut sampah, tetapi tidak sampai menghambat lajunya. Jadi, kapal masih bisa berjalan mulus dan meraih juara II. ’’Faktor doa sangat penting supaya tidak ada hambatan,’’ katanya, lantas tertawa.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here