Barista Tanah Air Unjuk Gigi di Kancah Internasional

Meracik dan Olah Kopi di Cofee Kopi.Foto: Eddy junaedy/Jambi Independent

Para barista Indonesia mencuri perhatian di kancah Internasional dari ajang Indonesia Coffee Events (ICE) 2017. Salah satu rangkaian di ICE ini disertai dengan kompetisi barista seluruh negara.

Menurut pengawas Barista Guild of Indonesia (BGI), Irvan Helmi menuturkan, kini profesi barista menjadi ujung tombak dari keberlangsungan bisnis kedai kopi. Di tangan seorang barista, racikan kopi menjadi sempurna.

“Harapan kami supaya barista makin maju dan profesional, dikenal dan dihargai di negara luar. Barista adalah ujung tombak pembuatan kopi,” kata Irvan Helmi di Anomali, Menteng, Rabu (9/11).“Kopi enak saja tidak cukup, tetapi barista yang terampil mampu mengubah kopi menjadi sempurna,” ungkap Irvan.

Ketua II BGI Muhammad Aga menambahkan, kegiatan Indonesia Coffee Events (ICE) 2017 menjadi wadah bagi para barista dan pecinta kopi. Sebab membuat kopi tidaklah sesederhana yang diterapkan selama ini.

“Di kota besar pasti sudah tahu duluan, enggak sesimple bikin kopi, bisa banyak caranya. Ada value lebih menjadi barista karena mereka juga menjadi story teller tentang perjalanan kopi yang dibuat sampai diminum,” jelasnya.

Sebagai negara penghasil kopi keempat di dunia, kata Aga, Indonesia masih dalam tahap perlahan untuk menembus pasar internasional. Kendati demikian, setidaknya barista Indonesia dapat menunjukkan tajinya di dunia internasional.

“Kalau dikaitkan dengan negara penghasil kopi keempat terbesar kejauhan sih. Kan profesi barista yang mau kita angkat. Kita maunya barista Indonesia dikenal dulu ke internasional, baru bergeser ke kopinya,” tegas Aga.

Kehadiran barista di bisnis kopi ini sangat penting karena mereka harus mengembangkan inovasi dengan berbagai racikan menarik. Di tangan mereka menunjukkan kepiawaian mereka meracik kopi biasa menjadi luar biasa berkat sentuhan tangan barista.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here