Bandara Soekarno Hatta Masuk Kategori Bandara Teraman dari Covid-19 di Dunia

Sepertinya upaya penerapan kebiasaan baru (new normal) yang dilakukan oleh seluruh layanan transportasi umum di Indonesia tidak sia-sia. Kali ini usaha dari seluruh stakeholder Bandara Internasional Soekarno-Hatta membuahkan hasil.

Pasalnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini sudah masuk dalam kategori bandara paling aman dari pandemi Covid-19. Hal ini berdasarkan evaluasi lembaga global bernama Safe Travel Barometer yang memberikan Safe Travel Score sebesar 4.09 kepada Bandara Soekarno-Hatta.

Untuk diketahui, Safe Travel Barometer merupakan salah satu lembaga global yang memiliki database terbesar dan mengklaim dirinya lembaga paling komprehensif di dunia. Khususnya mengenai protokol kesehatan dan keamanan terkait Covid-19.

Dilansir dari laman resmi Safe Travel Barometer pada bagian Safe Travel Score 217 bandara di dunia, Bandara Soekarno-Hatta menempati peringkat 35 dan masuk dalam kategori bandara paling aman dari Covid-19. Posisi Bandara Soekarno-Hatta mengungguli posisi Bandara Touluse-Blagnac Prancis, Bandara Internasional Los Angeles Amerika Serikat, Bandara Internasional Bahrain, dan Bandara Paris Charles de Gaulle Prancis.

Sementara posisi lima teratas ditempati oleh Bandara Singapore Changi dengan skor 4.7, Bandara Frankfurt Jerman dengan skor 4.7, Bandara Internasional Chengdu Shungliu China dengan skor 4.6, Bandara Internasional Indira Gandhi India dengan skor 4.6, dan Bandara Internasional Abu Dhabi United Arab Emirates dengan skor 4.6.

Skor tertinggi dalam penilaian ini adalah 5 dan terlihat belum ada bandara di dunia yang berhasil mendapat skor tersebut. Meski begitu, perolehan skor yang dinobatkan kepada Bandara Soekarno-Hatta patut diapresiasi sebesar-besarnya.

Angka Safe Travel Score itu dinilai berdasarkan lima parameter yang terpenuhi, yaitu penggunakan masker, pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer, penerapan kelengkapan data dan surat-surat sehat secara daring maupun luring, serta penyediaan rapid tes untuk Covid-19.

Dari lima parameter tersebut, lembaga tersebut melihat bahwa Bandara Soekarno-Hatta telah memenuhi syarat parameter yang menjadi bahan penilaian. Meski sebenarnya lima parameter tersebut terlihat bukan menjadi tolok ukur pertama.

Pasalnya ada beberapa bandara yang posisinya lebih unggul di atas Bandara Soekarno-Hatta yang justru tidak memenuhi lima parameter tersebut. Seperti Bandara Palma De Mallorca Spanyol, Bandara Valencia Spanyol, dan Bandara Madrid-Barajas Adolfo Suárez Spanyol yang posisi berturut-turut berada di atas posisi Bandara Soekarno-Hatta justru tidak menyediakan fasilitas rapid tes untuk Covid-19.

7 Fasilitas Touchless di Bandara Soekarno-Hatta

Fasilitas Touchless di Bandara Soekarno-Hatta

info gambar

Sejak izin layanan transportasi umum kembali dibuka Kementerian Perhubungan pada 7 Mei 2020 lalu, pihak Angkasa Pura II yang mengelola Bandara Soekarno-Hatta memang sudah mengajukan beberapa protokoler untuk penerapan kebiasaan baru (new normal) di bandara.

Untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Bandara Soekarno-Hatta diketahui sudah menyediakan tujuh fasilitas touchless. Tujuh fasilitas diberilakukan yang disediakan ini adalah fasilitas yang wajib dijalankan oleh para personel aviation security (avsec) di terminal penumpang.

Tujuh fasilitas itu antara lain:

Smart Helmet

Disebut helm pintar karena helm yang digunakan personal avsec ini akan melakukan beberapa pengawasan terhadap penumpang dengan menggunakan teknologi canggih. Helm ini nantinya akan memberikan informasi mengenai suhu tubuh penumpang, mode pengenal wajah, pengenal plat kendaraan, night vision/facility inspection, QR code scanner, dan identifikasi titik panas.

Body Scanner

Fasilitas ini sudah dioperasikan di Security Check Point 2 dimana penumpang hanya cukup masuk ke dalam mesin body scanner untuk dilakukan pemeriksaan apakah penumpang masih membawa barang tersembunyi atau tidak. Hasil pemeriksaannya akan diinformasikan di layar monitor.

Travelation

Fasilitas ini merupakan salah satu aplikasi yang dikembangkan Angkasa Pura II untuk pendataan beberapa dokumen yang harus diunggah calon penumpang pesawat. Seperti dokumen hasil rapid tes dan dokumen pendukung lainnya.

Virtual Customer Assistant (VICA)

Fasilitas ini nantinya digunakan oleh masyarakat maupun calon penumpang untuk bertanya langsung mengenai berbagai informasi dan pelayanan di seluruh bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II. Layanan VICA menggantikan customer assistant yang selama ini hadir secara fisik di terminal. Semuanya dapat diakses melalui situs resmi Angkasa Pura II.

Penyesuaian Tombol Elevator

Di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, tombol elevator kini sudah dapat ditekan menggunakan alas kaki dari sebelumnya harus menggunakan tangan. Ini menjadi penting karena dilakukan untuk menghindari sentuhan langsung dari orang ke tombol elevator.

UV Sterilizer

Sterilisasi handrail eskalator dan travelator di dalam gedung Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta kini dilengkapi dengan UV Sterilizer. Sterilisasi ini dinilai lebih efektif dan lebih cepat. Dan tentu saja alat pembersih ini difungsikan secara touchless.

Wastafel Otomatis

Seluruh wastafel yang ada di Soekarno-Hatta kini sudah menggunakan sistem otomatis. Pengguna hanya cukup menaruh tangan di bawah keran, lalu air akan mengalir secara otomatis. Selain itu, seluruh terminal di Bandara Soekarno-Hatta juga sudah dilengkapi mesin hand sanitizer otomatis yang tersebar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here