ASEAN Gelar Banking Council Meeting di Bangkok

Untuk menghadapi Integritas keuangan perbankan ASEAN tahun 2020 nanti, seluruh negara perwakilan ASEAN menggelar ASEAN Bankir Council meeting yang bertempat di Bangkok, Thailand pada pada tanggal 28 hingga 30 November 2016 bertempat di Ballroom Anantara Siam Hotel, Bangkok. Thailand.

Kegiatan tersebut rutin diselenggarakan tiap tahun yang dihadiri para bankir dari 10 negara ASEAN serta negara-negara lain, kali ini mengangkat topik implementasi MEA di negara ASEAN, dengan tema yang sama selama 2 hingga 3 tahun terakhir dengan tujuan menyamakan dan membangun standar dalam bidang keuangan dan perbankan sehingga bisa menuju integrasi tahun 2020 dengan mulus, serta saling berbagi pengalaman dan sumberdaya antara bank-bank di 10 negara ASEAN

Menurut Prof DR.IR. Marsudi Wahyu Kisworo sebagai perwakilan Indonesia yang juga pembicara masalah SDM dalam pertemuan tersebut, menjelaskan Indonesia memegang peran penting karena 60% keputusan ASEAN dari Indonesia yang dinilai baik dari sisi populasi, luas wilayah, dan skala ekonomi. Indonesia juga punya bank terbanyak yaitu 118 bank umum, 29 bank daerah, 8 bank syariah, dan ribuan bank perkreditan rakyat. Indonesia juga termasuk negara dengan risiko negara yang tinggi, sekaligus negara dengan profil perbankan tertinggi di ASEAN sehingga menarik investor2 asing untuk menguasai sektor perbankan keuangan. “perlunya standar kompetensi yang harus disepakati sehingga para bankir di 10 negara ASEAN dengan memiliki kompetensi yang setara untuk memudahkan bebasnya aliran jasa keuangan perbankan dan bebasnya tenaga profesional perbankan keuangan”ujar Prof Marsudi yang juga merupakan Rektor Perbanas Institute.

Prof Marsudi juga mengungkapkan saat ini lebih dari 2/3 aset perbankan di kuasai asing
dan saat ini lebih dari 2/3 aset perbankan sudah dikuasai asing dan diharapkan dengan berperan aktifnya Indonesia, maka diharapkan standar kompetensi keuangan perbankan yang akan diadopsi oleh ASEAN adalah standar kompetensi yang dibuat Indonesia

Seperti diketahui banyaknya kepemilikan perbankan indonesia yang dikuasai oleh asing membuat negara Indonesia akan dibanjiri tenaga2 asing dalam sektor dan Indonesia saat ini juga memerlukan 8000 tenaga kerja sektor perbankan dan keuangan, sehingga faktor demikian membuat sektor kepemilikan perbankan di Indonesia hanya 1/3 dari keseluruhan kepemilikan perbankan nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here