Anne Rufaidah : Sayang dan Cintaku Kepada Indonesia

Anne Rufaidah

Wahai tanah airku Indonesia, walaupun aku tinggal jauh di seberang tapi hatiku tetap untukmu. Ijinkan aku berkeluh kesah tentang isi hatiku.

Aku menikah dengan warga Italy alangkah senangnya bila kau ijinkan aku memiliki kewarganegaraan suamiku dengan terbuka tanpa harus saling membohongi dan kita jujur dengan masing-masing Negara anak dan keturunanku.
Dari sekian banyak Negara yang aku kunjungi masih banyak orang diluar sana yang tidak mengenalmu. Aku ingin menjadi bagian dari gerakan kebaikan Indonesia untuk meperkenalkanmu yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, keanekaragaman budaya, keramahtamahannya, adat istiadatmu, kesenianmu dan kepedasan serta keanekaragaman makananmu.
Ketidakberdayaanku saat membaca berita tentang dirimu di koran internasional, di TV dan percakapan antara sesama pelaku bisnis, bahwa Indonesia yang kucintai penuh dengan keburukan, terorisme, kemiskinan yang berakibat terhadap semua sektor pendidikan, kesejahteraan dan keadilan yang tidak merata.
Sejak sepuluh tahun terakhir ini aku memiliki berbagai usaha di bidang penyewaan mobil, flower provider untuk hotel berbintang 5 dan Indonesian hair extension. Semua karyawan yang bekerja padaku mereka mendapatkan fasilitas kemudahan. Bagi mereka yang ingin melanjutkan sekolah aku bantu 50 persen dari biaya sekolah. Bagi yang ingin memperoleh keterampilan tambahan, akupun memfasilitasi mereka.
Sebagai bentuk kepedulian sosialku, akupun memberikan dana bantuan pendidikan kebeberapa yatim piatu dan anak yang kurang mampu di sekitar Jawa Barat. Setelah mereka lulus, mereka bisa bekerja di tempatku dan jejaring yang aku miliki.
Untuk mendukung konsep rumah mandiri, banyak stafku adalah ibu rumah tangga dan kepala rumah tangga yang memiliki pekerjaan utama di pabrik atau perusahaan lainnya. Ketika mereka selesai melaksanakan pekerjaan dari jam 09.00-17.00 WIB, mereka bisa mengambil pekerjaan dan dikerjakan di rumah masing-masing. Aku menanamkan management trust kepada setiap pegawai yang aku miliki.
Ini bukan kritikan ya, hanya beberapa hal akan harapan dan kekuatiran yang bisa aku sampaikan dilihat dari London tempat aku berdomisili:

Menghadapi macet di London, pemerintah mengharuskan membayar congestion charge bagi setiap kendaraan yang akan lewat di beberapa daerah yang rawan macet. Ada sistem pembayaran dengan system electronic atau dengan pembayaran secara tunia dalam jangka waktu tidak lebih dari 24 jam sejak mereka melewati daerah tsb. Bila mereka lupa membayarnya maka denda akan dikirim kepada pemilik mobil yang nomer registrasinya telah tercatat dikantor register kepemilikan mobil UK. Sebagai pilihan adalah community bicycle untuk menggunakan sepedaan bagi setiap warganya disamping meningkatkan kesehatan juga bisa menghindari macet. Car sharing, dengan memberikan kemudahan tersebut akan terbuka kesempatan untuk menyebarkan sense of belonging terhadap kepemilikan planet tempat kita berdomisili.
Sampah menjadi alasan utama di hampir setiap pojokan negara di seluruh dunia. Namun sistem sampah Inggris patuh dijadikan percontohan di Indonesia. Kesadaran masyarakatnya untuk membuang sampah sesuai dengan pembagian masing-masing. Misalnya: memisahkan antara sampah plastik, sisa makanan, kertas dan sampah umum ke dalam masing-masing tempat. Kesadaran recycling harus datang dari setiap masyarakat di Indonesia demi kelanggengan planet dunia.
Infrastruktur perlu diperbaiki untuk meningatkan ekonomi perdagangan antar pulau.
Indonesia memiliki matahari sebanyak 365 hari setiap tahunnya. Bila UK yang hanya memiliki keterbatasan matahari separoh darinya tetapi mampu memaksimalkan tenaga mataharinya untuk keperluan tenaga listriknya. Solar is the power untuk community bike dan kebutuhan pokok lainya.
Recreational area : proper recreational area with real swings, slide, monkey bar, ponds. Kesadaran masyarakat untuk belajar relaksasi dan rekreasi masih perlu diberdayakan. Hal ini berbeda dengan di UK yang mana hampir setiap 3 bulan sekali, mereka membiasakan untuk keluar dari kepenatan pekerjaan sehari-hari dengan tujuan untuk lebih produktif setelah berlibur.
Education : pendidikan merupakan basic yang perlu ditingkatkan baik dari segi mutu dan kualitasnya maupun dedikasi gurunya terhadap pekerjaan yang dijalaninya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here