ANFA 2019, Satu Lagi Anak Bangsa Ukir Prestasi Internasional Di Dunia Fashion

Satu lagi talenta muda berbakat sukses berprestasi di ajang internasional. Kali ini terukir di dunia fashion. Dialah Kelly Vallerie yang sukses menjadi pemenang di Grand Final ANFA 2019 yang diadakan di Singapura Oktober lalu. Kelly menampilkan 5 karya fashion yang multifungsi namun nyaman dikenakan.

ANFA adalah Asia NewGen Fashion Award yang merupakan ajang kompetisi desainer muda yang digelar secara rutin sejak 2013 di kawasan Asia oleh Majalah Harper’s Bazaar Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura. Tahun 2018 lalu Harper’s Bazaar India ikut bergabung dan tahun ini, pada penyelenggaraan keenam, Harper’s Bazaar Vietnam ikut bergabung mengirimkan desainer muda berbakatnya.

Menurut Ria Lirungan, Editor in Chief Harper’s Bazaar Indonesia, selain Kelly pihaknya juga mengirim Dea Yuliana dalam ajang tersebut. “Keduanya adalah pemenang ANFA Indonesia 2019 yang diadakan pada bulan Maret. Karena itu keduanya berhak ikut ke tingkat regional di Singapura,” kata Ria saat temu wartawan di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Ditambahkan Ria, kedua desainer Indonesia ini memang memikili talenta. Dea Yuliana, kata Ria, meski tidak juara tapi mendapat apresiasi dan pujian dgn konsep kearifan lokal dengan teknik batiknya yang cukup mengesankan juri internasional

Menurut Ria tujuan ANFA untuk melahirkan talenta baru yang bisa berkompetisi di industri fashion lokal maupun internasional. “Finalis ANFA bukan saja melewati penilaian tetapi juga pendampingan dan monitoring,” ujar Ria kepada suarakarya.id

Kelly sendiri mengaku senang bisa menjadi pemenang di tingkat regional. Ini bisa menjadi modal untuk mengembangkan bisnis plannya di dunia fashion. “Dengan kemenangan ini ada tanggungjawab juga di pundak saya untuk terus berkarya dan menghasikan sesuatu yang beda dengan desainer lain,” kata Kelly.

Sementara itu menurut Iwet Ramadhan, Head Of Business Growth MRA Media, yang mendasari digelarnya ANFA karena ingin konsisten dan komit untuk bisa selalu menemukan bakat-bakat baru khususnya di dunia fashion. “Sayang sekali bila ada bakat-bakat baru yg di sia-siakan. Ini tanggungjawab kita, terlebih bila kita sudah membawa mereka ikut ANFA. Ada tanggung jawab setelah menang apa? Maka kita buka network kita, kita jembatani dengan investor, bertemu dengan produsen tekstil, retailer, mal, dan sebagainya,” kata Iwet.

Iwet berharap  semoga mereka bisa berkembang dan berprestasi internasional. Tidak sekadar bagus di design tetapi juga bagus dipakai dan laku di pasar.

Untuk rencana di 2020, Iwet mengatakan akan membawa grandfinal ANFA ke Indonesia. “Jadi tahun depan grandfinalnya kita yang menyelenggarakan di Indonesia. Selama ini grandfinal ANFA memang di Singapura dan kali ini kita dipercaya untuk menggelarnya,” kata Iwet.

Menurut Iwet tahun 2020 bakal menjadi tahun yang sibuk. “Karena sebelum grandfinal ANFA kita akan adakan roadshow. Roadshow pertama ini akan digelar di MRT. Stasiunnya antara lain stasiun Sarinah, stasiun Bank Madiri, Hotel Indonesi dan Lebak Bulus pada Januari mendatang,” kata Iwet.

Tujuan dari roadshow selain untuk mensosialisasikan grand final ANFA 2020 juga untuk wadah berkreasi bagi para pemenang ANFA Indonesia “Biar mereka bisa terekspose di media internasional. Sehingga karya-karya mereka juga bisa dikenal diluar dan bisnis plan mereka juga bisa berkembang. Bisa memperluas sekmen market mereka juga,” kata Iwet.

Roadshow nanti rencananya akan dikolaborasikan dengan musik sehingga harus benar-benar padu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here