Anak Desa Asal Sulsel Ini akan Bicara di Forum Dunia

Siapa yang dapat menyangka jika sosok Supriadi Agustiawan (19) akan terpilih mewakili pemuda dari Sulawesi untuk berbicara International Leader Model United Nations (ILMUN). Pemuda desa ini akan berbicara soal Disruption China-Amerika dari segi diplomatik dan ekonomi internasional.

Supriadi berasal dari di Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, sebuah desa yang berjarak sekitar 45 km dari Kota Makassar, Sulsel. Nantinya, dia akan berangkat Bangkok, Thailand, bertemu dengan 300 delegasi dari seluruh dunia.

“International Leaders Model United Nations adalah kesempatan besar bagi saya. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, karena di masa mendatang bangsa atau bahkan dalam skala daerah regional saja, mereka selalu membutuhkan ide-ide kreatif untuk membangun kualitas daerah masing-masing,” kata Supriadi kepada detikcom, Kamis (10/1/2019).

Dia saat ini sedang menempuh pendidikan Ilmu Komunikasi di UIN Alauddin Makassar sebagai mahasiswa semester pertama. Sebelum terpilih dalam seleksi ini, dia terlebih dahulu mengirimkan esai berjudul ‘Platform to Handling Local Humanity Issue’ kepada pihak panitia.

Esai itu, kata Supriadi, soal penanaman nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan kepada pelajar SMA yang ada Maros. Dia berharap nama membawa harum nama Indonesia.

“Semoga dapat membawa harum nama Indonesia dalam konferensi tersebut dengan menjadi salah satu penerima award kegiatan itu nantinya,” ungkap dia.

Terkait tema yang akan dibawakan, dia akan berbicara soal sejarah panjang konflik perdagangan antara China dan AS. Dia menjelaskan tema ini akan merujuk pada efek perang dagang China dan AS terhadap Thailand.

“Jadi kita tidak bisa membicarakan negara kita tapi kita diminta untuk berbicara tentang negara lain terhadap tema besar itu,” ungkapnya.

Hal yang menarik, Supriadi si anak desa ini terhambat biaya perjalanan menuju ke Negeri Gajah Putih. Padahal konferensi ini akan berlangsung pada akhir Januari mendatang. Dia pun membuka donasi bantuan perjalanan dirinya.

“Iya terkendala biaya untuk tiket perjalanan ke sana. Sisanya sudah ada pihak yang bantu saya,” ungkap dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here