Anak Buol Raih Prestasi Cumlaude di Sekolah Nuklir BATAN-BRIN

Seorang anak asal Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Paramitha Syabani Madusila, berhasil meraih Sarjana Terapan Teknik Nuklir, dengan predikat Cumlaude dari Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang berada dalam naungan Lembaga Negara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Penyematan prestasi Cumlaude tersebut dilaksanakan dalam prosesi wisuda yang dilakukan secara offline atau luring bertempat di Ballroom Hotel Sahid Jogyakarta pada Rabu (13/10). Sementara orangtua dapat mengikuti kegiatan tersebut secara online atau dalam jaringan (daring), dimana pada prosesi wisuda tersebut, Paramitha merupakan satu-satunya mahasiswa asal Sulawesi Tengah (Sulteng).

Prestasi membanggakan tersebut diraih Paramitha pada STTN BATAN— yang kemudian bernaung di bawah lembaga negara BRIN— dalam waktu kurun empat tahun akademik dengan IPK 3,66 dan merupakan prestasi terbaik ke-enam di Program Studi (Prodi) Teknokimia Nuklir.

Paramitha yang merupakan putri semata wayang dari pasangan Musadianto Madusila dan Anita Hi. Manggong, sempat menempuh jenjang pendidikan Raudhatul Athfal (RA) setingkat TK, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) di Kabupaten Buol dan selanjutnya selama setahun masuk Siswa Unggulan pada kelas Boarding School MAN 2 Model Palu dan meraih juara 1 umum. Namun putri berdarah Buol dan Bugis itu menyelesaikan jenjang Sekolah Tingkat Atas pada kelas unggulan SMAN 1 Palu.

Dalam perjalanannya meniti pendidikan di jenjang MAN dan SMA, Paramitha Syabani Madusila, telah meraih beberapa penghargaan berupa piagam/sertifikat lomba dan kejuaraan diantaranya pada Cabang Tartil Qur’an, Olimpiade mata pelajaran Fisika, lomba cepat tepat Biologi, Matematika, dan cerdas cermat Islami, dan akhirnya pada pertengahan tahun 2017 menjadi satu-satunya siswa asal Sulawesi Tengah yang diterima di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN melalui jalur prestasi (bebas tes).

“Terima kasih kepada guru-guru saya mulai dari Buol hingga di MAN 2 Model Palu dan SMAN 1 Palu, yang telah mengajari ilmu-ilmu yang berguna bagi saya. Termasuk seluruh dosen di kampus STTN, kampus kebanggaan saya. Karena lewat kampus inilah saya mengenal nuklir dan teknologinya. Dan ternyata banyak membantu manusia,” ujar Mitha pada saat wawancara via telepon yang dikutip radarsulteng.com

Dia mengajak kepada adik-adiknya di Provinsi Sulawesi Tengah dan daerah lainnya di Indonesia untuk mau kuliah di STTN, sebab sekolah ini mampu menghasilkan generasi muda bangsa yang memahami teknologi nuklir masa depan.

“ Tahun depan STTN akan berganti nama menjadi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia yang bernaung langsung di Lembaga Negara BRIN,” ucapnya, seraya menambahkan,“angkatan saya sudah belajar tentang ilmu kedokteran nuklir dan saya yakin di tahun mendatang ilmu kedokteran nuklir akan menjadi salah satu cabang ilmu yang banyak gunanya.

Ketika ditanya Radar Sulteng mengenai harapan dan cita-citanya pasca mendapat gelar Sarjana Terapan Teknik Nuklir (S.Tr.T), Paramitha mengatakan, bahwa dirinya berkeinginan melanjutkan studi magister Teknik Nuklir.

“Insya Allah, bila memungkinkan saya akan melanjutkan ke jenjang S2 pada bidang ilmu yang sama,” ucap putri berzodiak Libra tersebut.

Sebelumnya, dalam amanat prosesi wisuda Sarjana Nuklir, Ketua STTN, Dr. Eng. Sukarman, M.Eng, mengatakan bahwa jumlah wisudawan yang mengikuti prosesi wisuda Tahun Akademik 2021 berjumlah 66 orang yang terdiri 59 orang program reguler dan 7 orang program alih jenjang dari Diploma Tiga menjadi Diploma Empat Tahun atau Sarjana Nuklir.

“Semuanya berasal dari tiga program studi, yaitu Teknokimia Nuklir, Elektronika Instrumentasi dan Program studi Elektro Mekanik,” ucap Dr.Eng Sukarman.

Pada wisuda Sarjana Nuklir tersebut, langsung dihadiri pimpinan STTN BATAN, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bappeten), serta Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc.(mch)