Aliansi Pelangi Antar Bangsa (APAB) Usulkan Kewarganegaraan Ganda Bagi Keluarga Kawin Campur

Keluarga Kawin Campur yang tergabung dalam Aliansi Pelangi Antar Bangsa (APAB)

Pemberitaan terkait status kewarganegaraan ganda kembali mencuat tentang keluarga kawin campur memunculkan perdebatan tentang kewarganegaraan ganda bagi warga Indonesia.

Menurut Direktur Executives diaspora, Nuning Hallet yang turut mengadvokasi dwikewarganegaraan terbatas untuk anak usia di bawah 18 tahun -yang kemudian ditetapkan lewat UU Nomor 12/2006- menyatakan bahwa pemberlakuan kewarganegaraan ganda bisa memberikan manfaat perlindungan buat warga negara Indonesia.

“kami yakin dengan diberikannya kewarganegaraan ganda untuk keluarga perkawinan campuran akan dapat menjalankan hak-hak kami dan dapat hidup dengan tenang seperti keluarga WNI lainnya”Ujar Nuning Hallet dalam pertemuan keluarga kawin campur di Bambu Apus, Kamis (7/9).

Aliansi Pelangi Antar Bangsa (APAB) sangat mendukung perubahan UU No 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan dimana bertujuan agar kewarganegaraan ganda bagi keluarga perkawinan campur.

Seperti diketahui sejak tahun 2002 aliansi pelangi antar bangsa yang berjuang untuk perlindungan hukum bagi WNI-WNA dan keluarganya, mengusulkan di berlakukannya kewarganegaraan ganda kepada pemeritah Indonesia, dalam hal ini kementria hukum dan ham dan DPR RI, karena selain memungkinkan keluraga perkawainan percampuran hidup dengan sejahtera, di berlakukannya kewarganegaraan ganda juga akan memaksimalkan potensi anggota keluarga tersebut untuk berkontribusi bagi kepentingan negara dan masyarakat indonesia, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

dimana status kewarganegaraan ganda tersebut menjadi status permanen.

Oleh karena itu Aliansi Pelangi Antar Bangsa mengusulkan diberlakukannya kewarganegaraan ganda untuk keluarga perkawinan campuran.

  • Anak/keturunannya dari hasil perkawinan antara WNI atau bekas WNI dengan WNA
  • Suami/Istri WNI yang menikah dengan WNA
  • suami/istri berkewarganegaraan asing yang menikah dengan WNI dimana usia perkawinannya lebih dari 10 tahun.

Sementara itu kategori orang asing yang seharusnya di berikan kewarganegaraan ganda menurut APAB ialah

  • orang asing yang menikah dengan WNI dengan usia pernikahannya lebih dari 10 tahun dan tinggal di Indonesia atau pemegang ITAP
  • orang asing yang salah satu orang tuanya adalah WNI atau anak dari keluarga kawin campur)
  • Orang asing yang pernah menjadi WNI (ex WNI)

Diharapkan menurut Nuning, Pemerintah dan DPR akan mendorong kewarganegaraan ganda bagi keluarga kawin campur dapat menjadi prolegnas UU di DPR RI ketiganya tidak bisa di perbandingkan dan dibedakan dalam kecintaanya terhadap Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here