Aksi Kinanthi Pidato Dalam World Merit 360 di New York Amerika Serikat

Kinanthi saat berpidato di delegasi PPM

Mahasiswi semester dua Fisip Universitas Jember (Unej) Kinanthi Kusumawardani Setiawan, tak menyangka punya pengalaman internasional di usia belia. Tak main-main, melalui World Merit 360 dia dipercaya pidato di hadapan ratusan delegasi PBB dari seluruh dunia di New York Amerika Serikat. Kinanti mewakili 360 orang yang masuk dalam program World Merit 360 tahun 2016.

Saat ini Kinanti bersama 359 orang dari 85 negara bergabung dalam program itu. “Di sini yang mengikuti program total ada 360 orang. Mereka datang dari puluhan negara. Peserta yang datang dari Indonesia hanya 9 orang termasuk saya,” tutur Kinanti.

Gadis yang kini menjadi santri PP Mahasiswa Safiurrohman yang dikelola LDII Jember itu mengaku, mendapatkan support dari Kampus Tegal Boto. “Saya mendapat bantuan dari kampus Universitas Jember untuk mengikuti program ini. Karena tentu saja saya ingin mewakili kampus saya. Tak hanya kampus saya saja tetapi mewakili Indonesia dalam program internasional ini,” imbuhnya.

Sejauh ini dia memang bergabung dalam grup Sustainable Development Goals (SDG) yaitu life below water. “Kami membuat proyek yang bernama Sea-volution. Setelah mempresentasikan proyek kami ke PBB. PBB akan membantu mencari koneksi/partnership. Kami akan bekerja sama dengan organisasi internasional dan akan menggelar even yang berkaitan tentang proyek kami di Philipina,” imbuh yang lahir di Jombang, 12 April 1996.

Dara yang bercita-cita menjadi diplomat itu mengaku terpacu untuk mengikuti kegiatan internasional. “Saya sangat bersemangat belajar. Makanya saya ditunjuk jadi juru bicara mewakili 360. Saya tertarik karena memang saya bercita-cita jadi diplomat,” imbuh mahasiswa jurusan Hubungan Internasional FISIP Unej tersebut.

Selain itu, kemampuan Bahasa Inggris Kinathi cukup mumpuni. Apalagi, ayahnya Slamet adalah seorang dosen Bahasa Inggris di Unesa Surabaya dan Lastiah, ibunya, guru Bahasa Inggris di salah satu SMK di Kabupaten Jombang. Karena itu, sejak kecil Kinanthi sudah dikenalkan dengan penggunaan Bahasa Inggris.

Bahkan, Kinathi juga bercita-cita ingin menjadi wartawan atau bekerja di PBB. ”Agar saya bisa membantu banyak orang dan dunia,” imbuh anak pertama dari tiga bersaudara tersebut.

Dia menjelaskan, Merit 360 adalah program yang paling signifikan di dunia untuk warga global yang berkomitmen untuk mengatasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. Hal ini inovatif dan inspiratif. Akhir Agustus 2016, Merit mengumpulkan 360 pembuat perubahan dari seluruh dunia di Amerika Serikat selama dua minggu.

Dalam pidato di PBB tersebut, Kinathi menyampaikan kehidupan bawah air yang sangat penting. Hal itu dikarenakan bukan hanya manusia yang hidup di dunia ini. Ada juga tanaman dan hewan yang hidup bersama kita di Bumi.

“Jika kita menghancurkan mereka juga menyebabkan kehancuran dunia. Kita adalah manusia, kita punya otak dan kami memiliki perasaan. kita adalah manusia cerdas di dunia ini. Sehingga mari kita bersama-sama mengubah semua orang di dunia ini untuk merawat lingkungan kita,” tutur Kinanthi, seperti saat bicara di depan ratusan delegasi PBB itu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here