Ada Empat Alasan “Yachter” Dunia Kunjungi Indonesia

Kapal Pesiar

Terdapat empat alasan utama yang membuat Indonesia bisa menjadi tujuan utama “yachter”. Yachter adalah sebutan pelaut perahu pesiar dari seluruh dunia.

Menurut keterangan dari Antaranes.com, Asisten Deputi II Jasa Kemaritiman Kemenko Kemaritiman, Okto Irianto, mengatakan hal ini di Kuta, Bali, Minggu (20/11). Empat alasan itu adalah kekayaan alam, iklim, aman dari bahaya bajak laut, dan bebas taifun.

1. Kekayaan bawah air Indonesia berada di urutan pertama karena masih lebih indah dibanding Kanada yang meski memiliki garis pantai terpanjang, namun lebih didominasi daratan.

2. Iklim yang mendukung di mana “yachter” bisa berkunjung kapan saja ke Indonesia. Indonesia memang hanya punya iklim hujan dan panas. Hal yang membuat para yachter merasa senang.

3. Benar, tidak ada bahaya bajak laut di negeri ini. Padahal, saingan kita dalam menggaet yachter, Filipina, dikenal banyak bajak lautnya.

“Alasan keempat, di Indonesia tidak ada taifun, beda dengan Thailand, Karibia hingga Taiwan. Dengan empat alasan ini, kalau dibandingkan negara lain, kita nomor satu. Ditambah dengan sentuhan budaya,” katanya.

Meski memiliki potensi besar, Okto mengatakan, pemerintah masih kesulitan menarik kunjungan para pemilik kapal pesiar.

Sejak 2015, pemerintah berupaya mendukung pengembangan wisata bahari, salah satunya dengan mengganti prosedur pemberian persetujuan untuk memasuki wilayah Indonesia (Clearance Approval for Indonesian Territory/CAIT) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2015 tentang Kunjungan Kapal Wisata (Yacht) Asing ke Indonesia.

Aturan tersebut menghapuskan CAIT sehingga yachter tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan izin masuk ke Indonesia.

“Digantinya CAIT dengan sistem registrasi, pengurusannya bisa sejam dari sebelumnya bisa sampai tiga sampai enam bulan. Harapannya agar bisa memenuhi target kunjungan yacht hingga 2019 sebanyak 6.000 yacht,” jelasnya.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014-2019, pemerintah menargetkan 6.000 yacht masuk ke wilayah Indonesia.

Masuknya yacht diyakini memberikan sumbangan cukup besar dalam peningkatan devisa negara karena setiap kapal yang berisi rata-rata lima orang menurut perkiraan menghabiskan 750 dolar AS dalam rata-rata tiga bulan kunjungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here