4 Siswa SMA RI Raih Penghargaan Riset Dunia

Foto: 4 Siswa SMA Indonesia meraih penghargaan riset dari lembaga riset dunia (Kemendikbud)

Sangat inspiratif 4 siswa SMA asal indonesia ini karena berhasil meraih prestasi gemilang. dan lembaga riset dunia memberikan penghargaan pada mereka.

$ siswa SMA tersebut Adalah Made Radikia Prasanta dan Bagus Putu Satria Suarima, peneliti muda sekaligus siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari SMA Negeri Bali Mandara Provinsi Bali meraih penghargaan khusus dari American Meteorological Society.

Karya penelitian Radikia dan Satria yang berjudul “Smart Digital Psychrometer For Forecasting Local Weather” tentang alat prediksi cuaca dengan radius 10 kilometer yang diharapkan dapat membantu petani di wilayahnya yang sangat tergantung dengan cuaca.

Penghargaan khusus lainnya juga diraih oleh Azizah Dewi Suryaningsih dari SMA Negeri 1 Yogyakarta dengan judul penelitian “Bamboo Forest as a natural Levee of Pyroclastic Flows in Merapi Volcano”. Penghargaan khusus yang diterima oleh Azizah diberikan oleh The American Geosciences Institute.

Sementara itu, Latifah Sholikhah dari SMA Negeri 1 Teras Boyolali, Jawa Tengah dengan karya penelitiannya di bidang Social and Behavioral Science yang berjudul “Neglected Children. Case study of public attitudes toward children with HIV AIDS in Surakarta” sukses menjadi pemenang keempat pada Grand Award Intel-International Science and Engineering Fair (ISEF). Selain penghargaan utama, Latifah juga memperoleh penghargaan sebagai Honorable Mentions dari American Psychological Association.

Sebanyak 1.778 hasil karya penelitian siswa sekolah menengah atas dari 78 negara telah dipamerkan dan dinilai oleh dewan juri pada tanggal 14 sampai dengan 19 Mei 2017 di ajang Olimpiade penelitian tingkat internasional Intel-ISEF di Los Angeles Convention Center, California, Amerika Serikat.

Delegasi Indonesia untuk Intel-ISEF tahun 2017 menampilkan 8 karya penelitian dari SMA yang telah diseleksi melalui kompetisi tingkat nasional, yaitu Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang dibina oleh Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang dibina oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2016.

“Nuansa kompetisi tidak terlihat selama event kecuali semangat berbagi informasi karya penelitian sekaligus menciptakan networking baru di antara para peneliti muda dari berbagai negara. Inilah dampak terpenting dari keikutsertaan pada event ini,” demikian disampaikan profesor Tineke Mandang dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang ikut mendampingi para delegasi Indonesia ke Intel-ISEF.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan rasa bangga terhadap pencapaian para siswa delegasi olimpiade penelitian internasional. Diharapkannya ke depan, melalui KIP tidak ada lagi hambatan bagi anak-anak Indonesia berprestasi.

“Semakin hari semakin nyata bisa kita lihat hasil dari program Indonesia pintar ini. Anak-anak yang tidak mampu tetapi memiliki potensi luar biasa sudah bisa menunjukkan prestasinya berkat akses pendidikan yang baik,” diungkapkan Menteri Muhadjir usai penyerahan KIP di Malang, Jawa Timur dalam rilis yang diterima, Rabu (24/5/2017).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here