4 Kreativitas Anak Bangsa yang Ditolak Indonesia Namun Diakui Dunia Internasional

kreativitas-anak-bangsa-yang-ditolak-indonesia

Indonesia diakui di dunia memiliki banyak sekali anak bangsa yang kreatif dan hebat namun banyak juga kreativitas anak bangsa yang ditolak oleh indonesia. Nyatanya banyak industri luar negeri yang menggunakan tenaga dan otak putra Indonesia, salah satunya penemu teknologi 4G yang digunakan di seluruh dunia. namun lantaran berbagai kendala, mereka akhirnya menyerahan ciptaan mereka di luar negeri karena penghargaan yang diberikan.

Berikut beberapa kreativitas anak bangsa yang ditolak namun membanggakan dan telah dikenal dunia internasional tersebut:

1. Mobil listrik: Ricky Elson

Dahlan Iskan waktu itu memanggil Ricky Elson yang sebenarnya sudah bekerja dan mempunyai penghasilan yang cukup besar dari perusahaan Jepang tempatnya bekerja selama ini. Ricky Elson sebagai putra asli Indonesia yang cukup punya pengalaman dan pengetahuan di dunia ini merasa terpanggil untuk melahirkan sebuah mobil listrik di Indonesia. Bahkan Dahlan Iskan sempat mempunyai mimpi untuk menjadikan mobil ini sebagai mobil listrik nasional.

Namun sayang, mobil ini proyeknya terhenti hanya karena gagal emisi. Ricky Elson saat itu mempertanyakan mengenai mobil-mobil yang menjadi penyebab polusi besar dan kecelakaan namun lolos uji emisi. Kemarahannya sempat dituangkannya dalam akun Facebook pribadinya.

Hingga akhirnya sebuah perusahaan dari Malaysia tertarik untuk mengakuisisi mobil ini. dan Ricky sempat bingung mengingat tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah mengenai kelangsungan mobil listriknya. Namun akhirnya Ricky, memutuskan menolak akuisisi perusahaan Malaysia dengan alasan, yang lahir di Indonesia harus besar di Indonesia, sungguh luar biasa. Sangat disayangkan kreativitas anak bangsa untuk memproduksi mobil dalam negeri menjadi sia-sia.

2. TV rakitan : Kusrin

Seorang lulusan SD bernama Kusrin yang mempunyai kemampuan merakit TV nyaris dipenjara karena dianggap melanggar hukum. Ironisnya ia ditangkap saat sertifikat SNI nya seharusnya keluar.

Kusrin belajar merakit TV secara otodidak. Dia awalnya hanya coba-coba merakit dari barang-barang bekas yang ia temui, seperti monitor komputer yang sudah rusak. Akhirnya Kusni bisa membuat TV yang ia jual dengan harga tidak sampai Rp 1 juta. Selain untuk menafkahi keluarga, ia membantu orang-orang yang tidak mampu membeli TV mahal supaya bisa memiliki TV sendiri. Kisah Kusrin berakhir bahagia karena Menteri Perindustrian Saleh Husin mengakomodasi kreatifitasnya. Presiden Jokowi bahkan mengundangnya ke istana. Kusrin bisa terus memproduksi TV rakitan.

3. 3D Engineering : Arfian & Afie

Kakak beradik ini hanya lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mempelajari 3D Engineering secara otodidak. Hasilnya mereka memenangkan sebuah kontes internasional dan prestasinya diakui dunia. Dalam kontes itu mereka membuat rancangan sebuah Jet Engine Bracket, penyelenggaranya pun perusahaan raksasa, General Electric (GE) sehingga perusahaan mereka, D-Tech semakin berkibar di dunia internasional.

Namun amat disayangkan karena kiprah mereka tidak diakui oleh dunia teknik di Indonesia hanya karena mereka tidak memiliki titel sarjana. Bahkan niat ingin kuliah di jurusan elektro harus dikubur dalam-dalam hanya karena ijazah yang dimiliki adalah SMK Otomotif.

4. Kompor biomassa : Muhammad Nurhuda

Satu lagi seorang dosen Fakultas MIPA Universitas Brawijaya meneliti dan membuat sebuah kompor biomassa yang sangat ramah lingkungan. kompor tersebut berbahan bakar kayu cacah yang sudah diproduksi hingga 20 ton perhari. Selain itu juga bisa menggunakan pelet sawit atau butiran kayu yang dihasilkan dari limbah kayu.

Namun karena kurangnya dukungan dari pemerintah, lagi-lagi Kompor hasil karya Muhammad Nurhuda ini akhirnya diproduksi di Norwegia dan pemasarannya menjangkau sejumlah negara sepeti India, Meksiko, Peru, Timor Leste dan beberapa negara di belahan Afrika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here