3 Mahasiswa ini Berprestasi Pada Kompetisi Bidang Teknik Industri se-Asia

3 mahasiswa asal indonesia ini memang sangat berbakat karena berhasil menyabet penghargaan Kompetisi Internasional Teknik Industri bergengsi tingkat Asia.

Mereka yakni Erwin Vernatha, Voni dan Jefferson Leona Patty. Ketiganya merupakan mahasiswa jurusan teknik industri President University. Mereka meraih juara kedua di ajang Industrial Challenge (INCHALL) 2017 dengan tema ‘Zero Losses: A Goal Towards Business Process Sustainability’ di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 28 Februari-4 Maret 2017 lalu.

Delegasi dari Teknik Industri, President University tampil gemilang di tengah ketatnya persaingan posisi bergengsi diantara para kampiun Teknik Industri yang mengikuti ajang ini. Bahkan mereka menjadi satu-satunya mahasiswa dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diantara 5 besar pemenang dari keseluruhan peserta.

Kompetisi ini mempertandingkan masing-masing tim untuk diuji kemampuannya dalam penguasaan aspek-aspek Teknik Industri. Penguasaan aspek tersebut berdasarkan isu-isu terkait yang berupa analytical and industrial system engineering quiz, simulation gaming and real case study.

Erwin Vernatha menyampaikan, ajang ini tersulit dari ajang lainnya yang pernah diikuti. Tahun lalu mereka mengikuti kompetisi serupa namun hanya lolos di tahap tes online.

“Tahun ini ada 15 universitas yang masuk semifinal. Dari Indonesia seperti UGM, ITB, ITS, UI, UII, USU, Unbra, Atmajaya, Ubaya, dan dari luar negeri seperti Technological Institute of The Philippines dan Universiti Teknologi MARA Malaysia,” ujar mahasiswa Teknik Industri angkatan 2013 ini, dalam keterangan tertulisnya kepada Detik, Kamis (9/3/2017).

Di sesi final kompetisi, tim Teknik Industri yang terbiasa dalam pemaparan dan presentasi serta laporan berbahasa Inggris terbukti mampu menempatkan dirinya di posisi prestisius kedua setelah UGM. Kemudian diikuti ITS selaku tuan rumah pada posisi 3. Lalu UI dan ITB yang menempati urutan 4 dan 5.

Tim ini disiapkan kurang dari 1 bulan untuk berkompetisi. Mereka bahkan optimistis mengukir prestasi lebih tinggi di kesempatan berikutnya.

Dalam kesempatan Andira Taslim, Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Industri President University mengungkapkan kunci keberhasilan mahasiswanya. Mahasiswa diberi penguatan materi secara teori dan praktik dalam pembelajaran sehari-hari.

“Jadi kurikulum dan proses belajar-mengajar memang dirancang sedemikian rupa, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori tetapi juga mampu menemukan dan menyelesaikan masalah di lapangan,” kata Andira yang
bergabung dengan President University sejak tahun 2010 ini.

Selain di kelas, mereka juga akan banyak mendapat tugas yang mengharuskan mereka untuk terjun langsung ke lapangan seperti pabrik, worksop dan lain-lain. Sekitar 2 minggu sebelum lomba tim dosen melakukan pengayaan pengetahuan mereka dengan membekali pengetahuan terkini yang berkembang di dunia industri.

Mahasiswa didorong berprestasi yakni mengirimkan ke kompetisi-kompetisi yang berkaitan dengan Teknik Industri dan diganjar Industrial Engineering (IE) Award.

Hampir setiap mata kuliah memiliki tugas besar. Setiap tugas besar dikompetisikan. IE Award ini yakni event untuk penyerahan penghargaan bagi siswa dengan achivement terbaik pada tugas besar di setiap mata kuliah selama 1 tahun.

Pada kesempatan itu pula diberikan penghargaan bagi mahasiswa dengan indeks prestasi terbaik di setiap angkatan. Hal ini juga berlaku untuk mahasiswa yang memiliki progress atau loncatan perbaikan indeks prestasi yang paling tinggi pada semester terakhir sebelum IE Award digelar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here