23 Kopi Indonesia Raih Penghargaan di Paris

Kopi Indonesia memang pantas dibanggakan, Pasalnya pada kompetisi yang diselenggarakan oleh AVPA di Paris Prancis, produk kopi Indonesia berhasil memborong penghargaan, Rabu (31/10/2018).Di ajang internasional tersebut, sebanyak 23 Kopi produk Indonesia berhasil meraih penghargaan AVPA Gourmet Product di Kota Paris Francis.

Kompetisi yang diadakan oleh Avpa tersebut diikuti lebih dari 170 produsen Kopi dari seluruh penjuru dunia.

Diketahui kompetisi tersebut digelar satu bulan penuh di bulan Oktober. Semua tak terlepas dari kerja keras produsen kopi dan Kementerian Republik Indonesia.

Berikut 23 nama-nama Kopi yang berhasil meraih penghargaan di Paris, Francis:

1.AEKI koperasi koerintji kategori Bronze Gourmet
2. AEKI Garut Dr. Arffi kategori Bronze Gourmet
3. AEKI Kintamani kategori Simple Gourmet
4. AEKI D’Lampung kategori Bronze Gourmet
5. AEKI Temanggung Farmer Deddy kategori Bronze Gourmet
6. AEKI Toraja Sulotco kategori Silver Gourmet
7. Anomali Coffee Gunung Halu kategori Silver Gourmet
8. Arabica Van Cidaweung kategori Simple Gourmet
9. Cimbang Sinabung kategori Simple Gourmet
10. Gayodi kategori Simple Gourmet
11. Javanero Pasundan Natural kategori Simple Gourmet
12. Javanero Pasundan kategori Simple Gourmet
13. Javanero Papandayan kategori Simple Gourmet
14. Kopiku Tanah Air Kita, Papaku Manggarai kategori Gold Gourmet
15. Kopiku Tanah Air Kita, Gembala Baik kategori Bronze Gourmet
16. Le Plein d’Sens Kopi Luwak France kategori Gold Gourmet
17. Locarasa, Yogyakarta Volcanic Merapi kategori Simple Gourmet
18. Mangani Bali, Sweet Honeydew kategori Gold Gourmet
19. Onepus Takengon kategori Bronze Gourmet
20. Robusta Van Catangmalang Winey kategori Silver Gourmet
21. Robusta Van Catangmalang Ciragi kategori Bronze Gourmet
22. Tanamera Flores Honey kategoriSilver Gourmet
23. Tanamera Bali Umejero kategori Silver Gourmet.

Terkait dengan kopi, Kementerian Pertanian RI telah melakukan persiapan untuk budidaya kopi.

Salah satu perhatian Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman yakni jenis kopi toraja atau lebih tepatnya arabika toraja.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berkunjung ke Kabupaten Tana Toraja beberapa waktu lalu melihat ini sebagai potensi besar untuk meningkatkan perekonomian di wilayah tersebut melalui bidang pertanian, serta juga kakao.

Dalam pertemuan singkat dengan warga masyarakat Tana Toraja, Amran menegaskan komitmennya untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai wilayah kopi. “Kami ingin jadikan kabupaten ini (Tana Toraja dan Toraja Utara) kabupaten kopi”, jelas Amran ke tribun-timur.com.

Sebagi tindak lanjut, untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan sendiri diberikan sekitar 4 juta batang bibit tanaman perkebunan atau tepatnya 4.033.850 batang bibit yang terdiri dari : (1) Kopi 1.680.000 batang, (2) Kakao 1.430.000 batang, (3) Lada 510.000 batang, (4) Pala 150.000 batang, (5) Cengkeh 175.000. Untuk kopi, Kabupaten Tana Toraja sendiri mendapatkan 500.000 bantang bibit. Sama juga seperti Kabupaten Toraja Utara.

Produksi benih bantuan komoditas ini dilaksanakan bertahap karena proses produksi benih ini menggunakan teknologi yang mampu menghasilkan tanaman dalam umur produksi lebih cepat melalui teknologi sambung pucuk seperti komoditas kakao. Untuk saat ini, rata-rata produktifitas tanaman kopi di Indonesia hanya mencapai kurang lebih 600 kg/ha/ton. Dukungan pemerintah terutama dalam hal bibit dan pendampingan diharapkan mampu mendongkrak produktifitas ke angka 3-4 ton/ha /tahun.

“Kita menjadikan kopi menjadi unggulan Tator bahkan dunia sudah mengenal kopi Tator. Kita dorong seterusnya”, terang Amran.

Dalam lanjutan kunjungannya ke Tana Toraja, Menteri Amran sempat melakukan peninjauan serta penanaman bibit kopi di wilayah tersebut, tepatnya Kecamatan Gandang Batu Sillan. Dalam diskusinya dengan para petani setempat, Amran sempat dikagetkan dengan adanya petani yang mampu mengemas kopi yang siap jual. Sebelumnya selama ini tanaman kopi djual hanya dalam produk mentah saja.