20 Seniman Dalang Tampilkan Seni Wayang Di Negara Asean

Dokumentasi: Wayang Antikekerasan Terhadap Anak Dalang cilik Athanasius Alan memainkan wayang kulit yang menceritakan tentang kampanye antikekerasan terhadap anak di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/11/15). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra) ()

lebih dari 20 seniman wayang serta musisi dari perkumpulan “ASEAN Puppet Exchange” (APEX) berkumpul di George Town Penang Malaysia yang tengah mempersiapkan rancangan cerita “One ASEAN” dengan tema komunitas ekonomi ASEAN.

Menurut keterangan yang di himpun Antara, menyebutkan, pertemuan para dalang dan musisi seni wayang tersebut dilakukan setelah diadakannya serangkaian lokakarya APEX di sejumlah negara ASEAN.

Kumpulan para seniman wayang tersebut berasal dari Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Singapura, Thailand, Jepang, dan Malaysia. Mereka mengadakan serangkaian pagelaran APEX yang ke-sembilan.

rencananya Pementasan “One ASEAN Story” akan diadakan pada 22 Oktober 2016 pukul 20.00 WIB di George Town bekerja sama dengan Joe Sidek Productions dari George Town Penang dan Artsolute Ltd dari Singapura.

Adapun alur cerita yang akan diproduksi pada workshop enam hari tersebut bertajuk “APEX Live” yang akan menjadi cerita kolaboratif ke-lima hasil garapan para seniman APEX.

menurut Tema “Live” bercerita tentang komunitas ekonomi ASEAN, dimana workshop dan demonstrasi pertunjukan akan fokus pada kehidupan sehari-hari, keluarga, dan sumber penghidupan masyarakat ASEAN. Acara itu juga diselenggarakan dalam rangka merayakan hari jadi ASEAN ke-50.

para Seniman-seniman yang terlibat adalah perwakilan dari Sovanna Phum Art Association (Kamboja), Jampalao (Laos), Sena Wangi (Indonesia), Htwe Oo Myanmar (Myanmar), Sri Warisan Som Said (Singapura), dan Joe Louis Theatre (Thailand).

dan sementara itu seniman tamu didatangkan dari perwakilan Utervision Jepang yang akan mengamati dan menggabungkan ide dan cara pertukaran antarbudaya untuk diaplikasikan di Tokyo.

Melalui pertukaran wayang yang mendukung terwujudnya integrasi budaya secara dua arah itu akan tercipta pemahaman mendalam tentang keragaman sumber penghidupan masyarakat ASEAN, dan melalui cerita rakyat yang diciptakan bersama akan tercipta penyatuan identitas.

APEX merupakan program strategis yang menyediakan wadah dan peluang bagi seniman-seniman wayang, bukan hanya untuk menjadi seorang pewayang yang profesional, tetapi juga seorang seniman produktif yang dapat berkontribusi mengembangkan kekayaan budaya ASEAN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here